15 Kecamatan di Sleman Rawan Tanah Bergerak

    Patricia Vicka - 09 Januari 2020 19:41 WIB
    15 Kecamatan di Sleman Rawan Tanah Bergerak
    ilustrasi Medcom.id
    Sleman: Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Sleman memetakan 15 dari 17 kecamatan di Kabupaten Sleman berpotensi berpotensi terjadi tanah bergerak. Daerah yang berpotensi tanah bergerak itu biasanya memiliki curah hujan di atas normal.

    "Juga terjadi di lokasi yang berbatasan dengan lembah, sungai, tebing jalan atau lereng perbukitan dan pegunungan," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sleman Makwan pada Medcom.id di Yogyakarta, Kamis, 9 Januari 2020.

    Makwan memerinci ada tujuh kecamatan yang berpotensi tinggi tanah bergerak yakni Kecamatan Cangkringan, Gamping, Godean, Pakem, Prambanan, Seyegan, dan Turi. Sementara kecamatan yang berpotensi menengah adai delapan kecamatan yakni Tempel, Ngemplak, Ngaglik, Mlati, Minggir, Kalasan, Depok, dan Berbah.

    "Di delapan daerah itu juga berpotensi banjir," kata dia, sembari menjelaskan dua kecamatan sisanya yakni Kecamatan Sleman dan Moyudan berpotensi rendah terjadi tanah bergerak.

    Selama Januari 2020, sudah ada satu peristiwa tanah bergerak di Kabupaten Sleman. Peristiwa ini terjadi di Kecamatan Prambanan pada Senin 6 Januari 2020 malam. Akibatnya satu rumah warga rusak dan seluruh anggota keluarga mengungsi.



    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id