Penambang Ilegal di Gunung Halimun Salak Diusut

    Hendrik Simorangkir - 13 Januari 2020 19:06 WIB
    Penambang Ilegal di Gunung Halimun Salak Diusut
    Kapolda Banten Irjen Agung Sabar Santoso . Foto: Medcom.id/Hendrik S
    Tangerang: Pemodal tambang emas ilegal dan penebang liar di wilayah Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) dipastikan diusut dan ditindak petugas hukum. Polda Banten menegaskan akan memproses hukum para pelanggar hukum di TNGHS. 

    "Siapapun yang terbukti, ada fakta hukum melakukan illegal mining, melakukan, memasuki taman nasional tanpa hak, tanpa ijin, kita proses," ujar Kapolda Banten Irjen Agung Sabar Santoso, Senin, 13 Januari 2020.

    Agung mengatakan penindakan tegas sesuai instruksi Presiden Joko Widodo dan Kabareskim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo, yang meninjau lokasi bencana beberapa waktu lalu. Tim gabungan dari Mabes Polri dan TNI telah merazia sejumlah lubang dan mesin pengolah emas yang biasa disebut gulundung oleh warga sekitar, pada Sabtu, 11 Agustus 2020. Garis polisi telah dipasangi di lokasi penambangan emas ilegal tersebut.

    "Sudah kita beri police line yang akan kita tindak lanjuti. Kita juga sudah koordinasi dengan lintas sektoral bagaimana (penindakan) ke depannya," katanya. 

    Dia mengaku telah melakukan patroli usai memasang garis polisi. Namun pihaknya tidak menemukan aktifitas pertambangan dan pengolahan bebatuan menjadi bongkahan emas.

    Kabid Humas Polda Banten Kombes Edy Sumardy menambahkan sejumlah lubang tambang emas berikut peralatan pengolah batu emas menjadi emas di Desa Cidoyong, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Banten telah dipasangi garis polisi. Dia mengungkap sebanyak 70 personel gabungan TNI-Polri berpatroli di wilayah tersebut.

    "Kita mengecek dan memberikan garis polisi disekitar lokasi pertambangan liar," ungkapnya.

    Ia berharap aktifitas pertambangan yang menyebabkan bencana banjir bandang dan longsor di enam kecamatan, di Kabupaten Lebak, Banten, tidak terulang kembali. Pihaknya berjanji akan membuka kasus setelah pengusutan dilakukan. 

    "Menghindari (terulangnya) bencana longsor yang diakibatkan oleh pertambangan liar dan membuat masyarakat merasa aman. Ekspose besar akan kita gelar secepatnya," jelasnya.



    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id