Risma Ingin Surabaya Punya Banyak Ruang Terbuka Hijau

    Syaikhul Hadi - 31 Juli 2019 18:50 WIB
    Risma Ingin Surabaya Punya Banyak Ruang Terbuka Hijau
    Salah satu Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Surabaya, Jawa Timur, Rabu, 31 Juli 2019. Medcom.id/ Syaikhul Hadi.
    Surabaya: Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini optimis menjadikan sebagian besar kawasan Surabaya menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) Publik. Saat ini sudah ada 21,79 persen atau setara 7.290,53 hektar dari jumlah target sebanyak 30 persen dari luasan wilayah Surabaya yang sudah dibangun RTH.

    Menurut Risma, banyaknya pembangunan ruang terbuka hijau di kota Surabaya membuat suhu panas di Perkotaan menurun. Hal itu terlihat dari penurunan suhu yang sebelumnya mencapai 30-31 menjadi 28 derajat celsius. "RTH ini akan terus ditambah, sampai suatu saat nanti, suhu Surabaya bisa mencapai 22 derajat celcius," ungkap Risma, Rabu, 31 Juli 2019.

    Risma menjelaskan akan terus menambah ruang terbuka hijau di Kota Surabaya hingga mencapai 30 persen RTH untuk publik. Target itu sangat realistis mengingat Pemkot Surabaya terus memanfaatkan lahan-lahan kosong dan sempadan sungai untuk dijadikan taman.

    "Target kami memang 30 persen luas wilayah Surabaya terdiri dari RTH untuk publik, supaya terus turun suhunya," beber Risma.

    Hal itu sudah diatur dalam Peraturan Menteri (Permen) PU nomor 05/PRT/M/2008 tentang Pedoman Penyediaan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan, diamanatkan bahwa proporsi RTH pada kawasan perkotaan minimal 30 persen, yang terdiri dari 20 persen RTH publik dan 10 persen RTH privat. Sedangkan menurut data RTH di Kota Surabaya hingga 2018 lalu, sudah mencapai 21,79 persen atau sama dengan 7.290,53 hektar dari luas wilayah Surabaya.

    "Jadi, Surabaya ini sudah melampaui target dari peraturan menteri itu, yang mengamanatkan 20 persen RTH publik bagi kawasan perkotaan seperti Surabaya," tambah Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Surabaya, Eri Cahyadi.

    Eri merinci luasan RTH publik yang ada di Kota Surabaya hingga tahun 2018 lalu, yakni luas RTH Makam yang sudah mencapai 283,53 hektar, RTH lapangan dan stadion 355,91 hektar, RTH telaga atau waduk atau bozem 192,06 hektar, RTH dari fasum dan fasos permukiman 205,50 hektar, RTH kawasan lindung 4.548,59 hektar, RTH hutan kota 55,81 hektar, RTH taman dan jalur hijau (JH) 1.649,10 hektar. Totalnya, mencapai 7.290,53 hektar atau setara 21,79 persen.

    Menurut Eri untuk perawatan ruang terbuka hijau di Surabaya dianggarkan melalui dana APBD sebesar Rp.10 miliar setiap tahunnya. Perawatan ini menjadi penting lantaran banyak daerah lain yang tidak berhasil merawat RTH.

    "khususnya taman-taman. Pemkot sudah membentuk satgas dimasing-masing rayon. Baik rayon timur, barat, Utara dan Selatan. Dan rayon itu memiliki tim masing-masing utnun merawat dan menjaga taman. Tim inilah yang biasanya mengganti tanaman atau bunga yang mati," jelas Eri.

    Dengan banyaknya RTH yang dibangun setiap tahunnya, maka seacara berangsur-angsur cuaca dan suhu Surabaya semakin turun. Sebab, tanaman ini fungsinya memang untuk menyerap polusi, sehingga polusi udara di Surabaya bisa membaik.

    "Apalagi di pinggir jalanan Surabaya, kami sudah lama letakkan tanaman Sansevieria atau lidah mertua untuk menyerap polutan kendaraan. Ini juga membantu mengurangi polusi di Surabaya," ungkap Eri.

    Di samping itu, Pemkot Surabaya juga menerapkan Perda Nomor 7 tahun 2002 tentang pengelolaan ruang terbuka hijau. Dalam perda ini diamanatkan bahwa setiap gedung atau bangunan diharuskan menyediakan ruang terbuka hijau.

    "Jadi, saat mengajukan IMB, salah satu syaratnya harus ramah lingkungan, harus menerapkan Grand Building. Kacanya harus banyak, sehingga tidak perlu banyak pakai lampu, dan lampunya pun harus pakai LED, serta penggunaan air harus pakai otomatis, sehingga bisa meminimalisir pencemaran lingkungan," pungkas Eri.

    (DEN)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id