Ratusan Korban Banjir di Konawe Terserang Penyakit

    Antara - 16 Juni 2019 19:21 WIB
    Ratusan Korban Banjir di Konawe Terserang Penyakit
    Warga turun dari rakit sambil mengendong anaknya di jalan Trans Sulawesi penghubung Sulawesi Tenggara-Sulawesi Selatan yang terendam banjir di Desa Pondidaha, Konawe, Sulawesi Tenggara, Jumat (14/6/2019). ANTARA FOTO/Jojon.
    Konawe: Rumah Sakit Puskesmas Pondidaha, Kecamatan Pondidaha, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat ada 807 jiwa warga pengungsi di Kecamatan Pondidaha yang terserang penyakit akibat banjir.

    Kepala Puskesmas Pondidaha, Esti Saranani mengatakan sejak 10 Juni hingga tanggal 14 Juni 2019, terdapat 807 pengungsi yang terserang penyakit dan 6 orang lainnya telah dirujuk di rumah sakit provinsi.
    "Sejak tanggal 10 sampai 14 kemarin, ada 807 jiwa warga pengungsi yang sakit, lima orang demam tinggi, dan satu orang telah mengalami keguguran, sehingga kami rujuk ke rumah sakit provinsi," kata Esti Saranani saat dikonfirmasi, Minggu, 16 Juni 2019.

    Esti menjelaskan saat ini Puskesmas Pondidaha mendatangi setiap desa terdampak banjir dan melakukan pengobatan massal bagi warga yang tidak mau mengungsi. Menurut Esti penyakit yang diderita warga masih bisa ditangani pihaknya dan belum masuk dalam katagori darurat.

    "Alhamdulillah, warga masih bisa tertangani. Dan saat ini untuk obat-obatan sendiri masih bisa tertangani, memang untuk stok obat-obatan masih kurang tetapi kita langsung koordinasikan ke dinas kesehatan untuk segera didatangkan, kemudian kami keliling di setiap desa dan mengadakan pengobatan massal bagi warga yang tidak mau mengungsi, seperti Desa
    Ambulanc, Desa Sulemandara, Desa Ahuawatu, Desa Laloika, sama Desa Belatu," jelas Esti.

    Esti juga mengatakan selama melakukan kunjungan di setiap desa, pihak Puskesmas menemukan kondisi warga gatal-gatal, demam dan batuk, hal tersebut dipicu kondisi pengungsian yang kurang baik. Demi membantu warga korban banjir, tim kesehatan dari Puskesmas Pondidaha membentuk posko tim medis yang dibantu perawat desa.

    "Saat kami mau membantu warga, kami juga mengalami hambatan, diantaranya masalah transportasi, karena jalan menuju rumah sakit tidak bisa dilalui mobil kecil, jadi kalau pasien yang mau dirujuk saya harus kesana kemari cari mobil," pungkas Esti.



    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id