Pengembangan Energi Terbarukan Terkendala Penolakan Warga - Medcom

    Pengembangan Energi Terbarukan Terkendala Penolakan Warga

    Pythag Kurniati - 15 Agustus 2019 11:15 WIB
    Pengembangan Energi Terbarukan Terkendala Penolakan Warga
    Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar. (Medcom.id/Pythag Kurniati)
    Solo: Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai pengembangan energi panas bumi lambat. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar beralasan pihaknya terkendala penolakan warga.

    "Ada penolakan di Jawa Tengah dan Sumatera Barat. Ada yang mengatakan tidak ramah lingkungan, padahal ramah," ujar Arcandra di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Rabu, 14 Agustus 2019.

    Arcandra menilai energi panas bumi sudah seharusnya dikembangkan lebih masif. Sebab karakteristik Energi Baru Terbarukan (EBT) lebih baik ketimbang EBT lain.

    "Ini renewable energy yang bisa digunakan sebagai baseload. Tidak seperti angin atau solar panel yang hanya digunakan saat siang atau pada saat ada angin," ujarnya.

    Dia menuturkan geotermal merupakan sumber energi yang tidak dimiliki setiap negara. Dia menyebut geotermal di Indonesia adalah anugerah Tuhan.

    "Ini adalah local wisdom, anugerah Tuhan yang bisa kita manfaatkan sebesar-besarnya," katanya.

    Arcandra melanjutkan energi panas bumi mampu menghasilkan listrik sebesar 2.000 megawatt (mw). Meski demikian, Jusuf Kalla menilai jumlah tersebut sedikit.

    "Geotermal bukan barang baru, meskipun sudah tujuh kali conference tapi kemajuan lambat, hasilnya 2.000 mw," kata JK saat membuka the 7th Indonesia International Geothermal Convention and Exhibition 2019 di JCC, Senayan, Jakarta, Selasa, 13 Agustus 2019.



    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id