Psikologis Siswa Pembacok Guru di Bantul Disebut Terganggu

    Ahmad Mustaqim - 26 November 2019 16:46 WIB
    Psikologis Siswa Pembacok Guru di Bantul Disebut Terganggu
    Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bantul, Aipda Musthafa Kamal. (Foto: Medcom.id/Ahmad Mustaqim
    Bantul: CB, 16, remaja yang membacok gurunya di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, disebut mengalami gangguan psikologis. Ia pernah menjalani rawat jalan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Grhsia Pakem, Sleman, selama bertahun-tahun. 

    "Anak ini ternyata sudah enam tahun (menjalani rawat jalan)," kata Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bantul, Aipda Musthafa Kamal, Selasa, 26 November 2019. 

    Kamal mengatakan penyidik telah melakukan asesmen psikologis dan neurotropik terhadap CB, pada Senin, 25 November 2019. Pemeriksaan guna mengetahui seberapa parah gangguan psikologis yang dialami pelaku.

    "Asesmen yang kami lakukan bersama dokter itu untuk mengetahui aspek neurotropik atau kondisi otaknya," ucap Kamal. 

    Proses asesmen terhadap CB bahkan masih dilanjutkan hingga hari ini. "Hasil sementara, ada kelebihan tekanan di dalam otak," ujarnya. 

    Sementara itu, kata Kamal, kondisi korban sudah membaik. Namun, pihaknya belum bisa melakukan investigasi lantaran trauma yang dialami korban.

    "Kami menunggu situasi kondusif dengan korban. Komunikasi dengan keluarga (korban), suami korban pun takut karena khawatir (pelaku) mengulangi perbuatannya," ujarnya. 

    CB sebelumnya melukai Wening Pamuji Asih menggunakan pisau di kediamannya, Dusun Sambeng, Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul, Rabu, 20 November 2019. Korban mengalami luka sobek di perut dengan lebar tiga sentimeter dan panjang tujuh sentimeter.  



    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id