comscore

1 Pelaku Pembakaran Hutan di Kabupaten Solok Ditetapkan Tersangka

Antara - 27 April 2022 18:43 WIB
1 Pelaku Pembakaran Hutan di Kabupaten Solok Ditetapkan Tersangka
Tim Patroli Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat mengecek hutan yang dibakar dan dirusak warga di Kabupaten Solok. (ANTARA/HO-BKSDA Sumbar)
Solok: Tim Patroli Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Barat menangkap seorang pelaku perusakan dan pembakaran kawasan hutan Suaka Margasatwa Barisan di Kabupaten Solok berinisial AY, 37.

"AY diamankan petugas RKW VIII Barisan Solok pada 29 Maret 2022. Saat ini pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka beserta barang bukti 2 unit 'chain saw' telah diamankan di Polres Solok untuk proses penyidikan lebih lanjut," kata Kepala BKSDA Sumbar Ardi Andono di Padang, Rabu, 27 April 2022.
Ia menambahkan AY yang merupakan warga Koto Hilalang itu ditangkap ketika tim melakukan patroli dan menemukan pelaku di lokasi sedang melakukan pembakaran. Dari hasil pengecekan dan perhitungan, kata dia, diketahui kawasan hutan yang dirusak mencapai 9,2 hektare.

Ia mengatakan informasi berdasarkan pengaduan masyarakat Nagari Salayo kepada Polda Sumbar dan selanjutnya dilakukan peninjauan lokasi bersama dengan BKSDA Sumbar pada Februari 2022. Lokasi perusakan berdekatan dengan Ulayat Hutan Tinggi Adat Nagari Salayo.

Baca: 4 Titik Panas Terpantau di Sumatra Utara

Perusakan itu, katanya, dianggap akan menjadi ancaman tersendiri bagi masyarakat sekitar perladangan karena mengakibatkan longsor, persediaan air akan berkurang, dan banyak lagi kerugian yang diterima masyarakat akibat perambahan ini.

Pelaku disangkakan melanggar Pasal 40 Ayat (1) Jo Pasal 19 Ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya jo Pasal 78 Ayat (5) Jo Pasal 50 Ayat (3) huruf e Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan jo Pasal 82 Ayat (1) huruf b Jo Pasal 12 Ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda Rp5 miliar.

Ardi mengajak masyarakat agar memahami batas dan fungsi kawasan hutan di Sumatra Barat sehingga tidak salah melangkah membuka dalam mengolah kawasan hutan yang dilarang.

"Silakan tanyakan ke Kantor Dinas Kehutanan Provinsi Sumbar atau BKSDA Sumbar terlebih dahulu untuk klarifikasi status lahan," katanya.

(WHS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id