comscore

Pengeras Suara Azan Diatur, Kemenag DIY: Mayoritas Lindungi Minoritas

Ahmad Mustaqim - 24 Februari 2022 13:42 WIB
Pengeras Suara Azan Diatur, Kemenag DIY: Mayoritas Lindungi Minoritas
Ilustrasi--Pengecekan pengeras suara di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. (Antara/Ampelsa)
Yogyakarta: Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Masmin Afif, menyatakan siap melaksanakan dan menyosialisasikan aturan terkait pengeras suara di masjid dan musala.

Aturan berupa Surat Edaran Menteri Agama No SE 05 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala disebut telah disosialisasikan bertahap.
"Kebijakan yang diambil Menteri Agama insyaallah Kanwil Kemenag DIY siap menyosialisasikan. Surat Edaran sudah disosialisasikan ke seluruh kabupaten/kota, termasuk pengurus dewan masjid. Sebagian sudah cek dan sosialisasikan," kata Masmin, Kamis, 24 Februari 2022. 

Ia menjelaskan teknis sosialisasi dilakukan dengan cara beragam. Mulai dari memaksimalkan forum majelis taklim, pertemuan bertopik keagamaan, hingga menyebarkan SE tersebut melalui grup media sosial whatsapp. 

Baca juga: Menag Analogikan Azan dengan Gonggongan Anjing, Uu: Tak Elok!

"Sampai saat ini belum ada perintah membuat aturan turunan. Kami diminta menyosialisasikan terkait SE itu. Dengan aturan itu kita berharap adanya sebuah keteraturan, suasana yang menjadi lebih nyaman di lingkungan," ujar dia. 

Masmin menuturkan Kemenag tingkat kabupaten/kota juga telah diajak berkoordinasi untuk terus melakukan pendampingan, pembinaan, dan pengawasan, termasuk aplikasi SE pengaturan pengeras suara. Ia mengakui penerapan di lapangan tetap membutuhkan proses. 

Di sisi lain, populasi masyarakat muslim lebih banyak dibandingkan kelompok lain. Ia berharap predikat mayoritas tak membuat arogan dan bisa memberikan kenyamanan kepada saudara minoritas. 

"Termasuk terkait maslaah pengeras. Kita mayoritas bisa jadi contoh yang baik. Dengan begitu bisa menunjukkan harmoni kepada pihak-pihak lain maupun. Pun demikian saat nanti bulan ramadan," kata dia. 

Aturan pengeras suara Surat Edaran Menteri Agama No SE 05 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala termaktub pada huruf C angka 2 poin a-c.

Bunyi poin a hingga c tersebut yakni: a. pemasangan pengeras suara dipisahkan antara pengeras suara yang difungsikan ke luar dengan pengeras suara yang difungsikan ke dalam masjid/musala; b. untuk mendapatkan hasil suara yang optimal, hendaknya dilakukan pengaturan akustik yang baik; c. volume pengeras suara diatur sesuai dengan kebutuhan, dan paling besar 100 dB (seratus desibel); dan d. dalam hal penggunaan pengeras suara dengan pemutaran rekaman, hendaknya memperhatikan kualitas rekaman, waktu, dan bacaan akhir ayat, selawat/tarhim. 


(MEL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id