Harga Pertalite Rp50 Ribu per Liter di Jayapura, Polisi Selidiki

    Antara - 05 Desember 2021 15:20 WIB
    Harga Pertalite Rp50 Ribu per Liter di Jayapura, Polisi Selidiki
    Ilustrasi.. pekerja mendorong drum berisi BBM yang dibawa melintasi Danau Paniai setibanya di Kampung Obano, Distrik Paniai Barat, Papua. ANTARA FOTO/Akbar N Gumay



    Wamena: Personel Kepolisian Resor Jayawijaya menyelidiki kenaikan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di tingkat pengecer yang mencapai Rp50.000 per liter. Kenaikan harga BBM jenis Pertalite di Jayawijaya, Papua, sudah berlangsung sepekan lebih.

    "Saat ini anggota reserse sedang melakukan penyelidikan. Bagi yang menaikan harga dari enceran Rp18.000/liter ada yang menjual sampai Rp50.000/liter, yakin dan percaya dia ditutup," kata Kepala Polres Jayawijaya, AKBP Muh Safei, saat di Wamena, Minggu, 5 Desember 2021.

     



    Dia menekankan, pihaknya bakal menindak pengecer yang menjual BBM dengan harga tidak wajar. Rata-rata pengecer BBM yang menjual Pertalite Rp20.000, Rp25.000, Rp35.000, hingga Rp50.000 per liter ini tidak memiliki izin.

    "Yang eceran tidak punya izin, dari segi kemanusiaan bolehlah dia melakukan penjualan enceran sepanjang tidak merugikan orang banyak. Artinya dia mencari hidup, kemudian harganya tidak terlalu jauh dari standar yang ada di APMS," jelasnya.

    Baca: Erupsi Gunung Semeru, Pertamina Pastikan Ketahanan Stok BBM dan LPG

    Sebelumnya Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua, mengakui BBM di tingkat pengecer masih ada. Namun disembunyikan, karena pemilik tidak mau mengikuti harga yang ditetapkan pemerintah yaitu Rp15.000 per liter untuk Pertalite.

    "Semua pengecer BBM subsidi ini menyimpan BBM mereka untuk bisa menaikkan harga BBM di Wamena karena tidak mau mengikuti aturan pemerintah," jelasnya.

    Warga Jayawijaya, Deni Alvin Tonjauw, mengakui mendapati Pertalite dijual dengan harga Rp50.000 per liter. "Saya beli di depan Pasar Potikelek itu dua liter Rp100.000," katanya.

    Berdasarkan pantauan Antara, pengecer Pertalite di pusat kota tiba-tiba sepi setelah mendengar pemerintah mengharuskan mereka menjual dengan harga Rp15.000 per liter.

    Sebelum ada kebijakan pemerintah tentang harga pengecer, jumlah pengecer mencapai 2.000 lebih dan sangat mudah ditemui di sepanjang jalan di pusat ibu kota kabupaten. Hingga Minggu, 5 Desember 2021, warga Jayawijaya masih kesulitan mendapatkan Pertalite.


    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id