comscore

Berebut Ikan Mabuk di Tulungagung Jatim

Antara - 04 September 2021 21:56 WIB
Berebut Ikan Mabuk di Tulungagung Jatim
Warga berburu ikan mabuk dengan tangan kosong dalam tradisi pladu atau pengeringan air di Sungai Irigasi Boyolangu, Tulungagung, Jawa Timur, Sabtu (4/9/2021). (ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko)
Tulungagung: Ratusan warga dari berbagai usia, mulai anak-anak, remaja hingga orang tua, beramai-ramai turun ke sungai jaringan irigasi pertanian di Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, demi berebut ikan mabuk saat dilakukan pladu atau penggelontoran lumpur dengan membuka pintu cekdam untuk mencegah pendangkalan.

Aksi berebut ikan pada Sabtu, 3 September 2021, bersamaan dengan pladu yang dilakukan setiap tahun itu pun mendapat perhatian masyarakat. Banyak yang ikut turun ke sungai untuk ikut menangkap ikan, menjaring dari tepi sungai, dan sebagian lainnya hanya menonton dari bantaran sungai.
Warga menggunakan aneka cara untuk menangkap ikan. Ada yang menggunakan jaring tebar, jaring gayung, strum listrik, nampan dari anyaman bambu, dan bahkan tak sedikit yang menggunakan tangan kosong.

Mereka pun terlihat antusias berburu ikan mabuk akibat penggelontoran air dari pintu cekdam yang dibuka. Meskipun ikan tangkapan mereka tidak banyak seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Ini ikannya masih gesit sehingga agak sulit ditangkap," kata Jarno, 37, salah seorang warga yang ikut berburu ikan di tengah sungai irigasi pertanian di sekitar pintu Cekdam Kalidawir-Boyolangu.

Baca juga: Polisi Kejar Pemasok Senjata Api untuk KKB Puncak

Jarno menuturkan ikan-ikan hasil tangkapan biasanya disantap untuk lauk makan siang dan sore. Ada pula warga yang menyantapnya secara berkelompok setelah memasak bersama.

"Sebagian lainnya menjualnya untuk mendapatkan uang," terang Jarno.

Kabar akan adanya pladu sudah dinantikan ratusan warga dari berbagai desa di sekitar aliran sungai irigasi pertanian Kalidawir-Boyolangu. Sejak pagi hari, mereka sudah mengantre sampai pintu Cekdam Kalidawir dibuka penuh.

Setelah lumpur di sekitar cekdam terangkat dan terbawa arus, pintu cekdam kembali ditutup sehingga aliran air di saluran irigasi pertanian Boyolangu yang semula meningkat dengan cepat surut.

Perubahan tekanan dan arus yang sangat cepat inilah yang membuat biota ikan di ekosistem sungai irigasi ini menjadi mabuk, akibat air yang seperti diaduk-aduk sangat kuat.

"Selain sebagai salah satu cara membersihkan lumpur di dam atau waduk, acara pladu ini juga menjadi hiburan bagi masyarakat sekitar," terang juru pengairan setempat, Misaji.


(MEL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id