Pemprov Sulsel Tambah Lokasi Isolasi Pasien Covid-19

    Muhammad Syawaluddin - 16 Agustus 2021 14:08 WIB
    Pemprov Sulsel Tambah Lokasi Isolasi Pasien Covid-19
    Ilustrasi. (Foto: Pexels)



    Makassar: Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kembali menyiapkan lokasi isolasi tambahan bagi pasien Covid-19. Ini untuk mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19, khususnya yang tidak bergejala. 

    Pelaksana tugas Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, mengatakan penambahan lokasi isolasi mandiri termasuk dalam program Fasilitas Isolasi Terintegrasi (FIT). Pasalnya, angka kasus di Sulawesi Selatan masih fluktuatif sehingga, ini harus diwaspadai. 

     



    "Kasus saat ini masih fluktuatif, kadang naik, kadang turun," katanya, di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin, 16 Agustus 2021.

    Ia mengungkapkan, fasilitas tambahan untuk pasien Covid-19 berada di Kantor Badan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sulsel. Tempat ini telah diresmikan sejak Sabtu, 14 Agustus 2021 lalu. Di fasilitas baru tersebut, pemerintah menyiapkan sekitar 150 kamar atau tempat tidur. 

    "Pemerintah ingin masyarakat dapat terlayani secara maksimal, makanya kami kembali menyiapkan fasilitas isolasi bagi masyarakat yang terkonfirmasi," jelasnya. 

    Baca: Varian Delta Penyebab Lonjakan Covid-19 di Pontianak

    Andi juga berencana akan menambah lokasi isolasi lainnya dengan menjadikan seluruh tempat-tempat pelatihan milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan lainnya sebagai lokasi isolasi hingga 2.000 tempat tidur. 

    "FIT ini terintegrasi dengan rumah sakit kita di provinsi khusus RS Dadi, jadi ini extended hospital room-nya untuk RS Dadi," katanya lagi. 

    Fasilitas yang disiapkan di Kantor BPSDM Sulsel bekerja sama dengan fasilitas di Asrama Haji Makassar. Misalnya, kamar dengan standar terbaik bagi pasien, wisma khusus tenaga kesehatan, ruang makan, sarana ibadah dan olahraga serta perpustakaan, sarana CCTV dan WI-FI. 

    Kemudian untuk fasilitas kesehatan disiapkan ambulans rujukan, bus fit drop, mobile laboratorium, oximetri, oksigen konsentrat dan USG Obgyn. Serta akan ada dokter spesialis, dokter umum, serta tenaga kesehatan. 

    "Tapi khusus di Kantor BPSDM lebih lengkap karena relawan sudah bergabung dan juga beberapa fakultas kedokteran juga bergabung dan berpartisipasi dalam penanganan Covid-19," terangnya. 
     

    (WHS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id