Populer Daerah, Balita Tenggelam di Tandon Hingga Alat Peringatan Bencana di Merapi Rusak

    Lukman Diah Sari - 18 Februari 2021 07:50 WIB
    Populer Daerah, Balita Tenggelam di Tandon Hingga Alat Peringatan Bencana di Merapi Rusak
    ilustrasi Medcom.id



    Jakarta|: Sejumlah berita di daerah pada Kamis, 18 Februari 2021, menyita perhatian publik. Pertama, balita tewas tenggelam di Tandon Jurang Mangu.

    Kedua, perihal Vaksin Nusantara yang kini telah masuk tahap uji klinis fase kedua. Terakhir ialah alat peringatan dini bencana di lereng Merapi rusak.






    Berikut berita populer pada Kamis, 18 Februari 2021:

    1. 2 Balita Tenggelam di Tandon Jurang Mangu, 1 Tewas

    Dua anak balita ditemukan tenggelam, di Tandon Jurang Mangu, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten, Kamis, 18 Februari 2021. Satu balita di antarannya dinyatakan tewas, sementara satu balita lainnya dalam perawatan Puskesmas Petukangan, Jakarta Selatan.
     
    "Korban meninggal dunia berusia 3,5 tahun atas nama Abdillah Alfa Rizky," kata Kapolsek Pondok Aren, Kompol Riza Sativa dikonfirmasi, Kamis 18 Februari 2021.
     
    Riza menjelaskan, keberadaan dua balita itu pertama kali diketahui oleh anak perempuan yang saat itu hendak bermain di kawasan tandon. Saksi itu kemudian berteriak saat melihat dua bocah yang mengambang.

    Selengkapnya baca di sini.

    2. Vaksin Nusantara Undip dan RS Kariadi Uji Klinis Fase Kedua

     Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan dan Universitas Diponegoro (Undip) mengembangkan Vaksin Nusantara di Rumah Sakit Umum Pusat Dokter Kariadi, Semarang, Jawa Tengah.
     
    Vaksin virus korona yang diberi nama AV-Covid-19 tersebut sudah masuk tahap uji klinis fase kedua.
     
    "Kalau nanti sudah diuji, kami siap menggunakannya. Tinggal nanti dari industri seberapa bisa melakukan itu," kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Kamis, 18 Februari 2021.

    Selengkapnya baca di sini.

    3. Alat Peringatan Dini di Lereng Merapi Rusak

    Alat peringatan dini atau early warning system (EWS) di salah satu aliran sungai di lereng Gunung Merapi rusak. Keberadaan alat itu penting sebagai sumber informasi dini munculnya risiko banjir saat hujan intensitas tinggi.
     
    Kepala Seksi Mitigasi Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Joko Lelono, menjelaskan, alat tersebut berfungsi memantau aliran Kali Krasak. Aliran Kali Krasak menjadi satu dari sejumlah sungai lain, seperti Kali Boyong, yang menjadi titik lontaran material erupsi Gunung Merapi.
     
    "EWS-nya cuma satu di sana, rusak karena tertimpa pohon," kata Joko dihubungi, Kamis, 18 Februari 2021.

    Selengkapnya baca di sini.

     

    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id