Pengungsi Merapi Alami Trauma

    Ahmad Mustaqim - 10 November 2020 11:28 WIB
    Pengungsi Merapi Alami Trauma
    Para warga lansia pengungsi Merapi di Balai Desa Glagaharjo saat memperoleh layanan kesehatan. (Foto: Medcom.id/Ahmad Mustaqim)
    Sleman: Pengungsi Gunung Merapi dari Dusun Kalitengah Lor, Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), masih mengalami trauma. Memori kehilangan anggota keluarga saat erupsi 2010 masih membekas hingga kini.

    "Ada yang masing ingat erupsi 2010 suaminya enggak ada (meninggal)," kata Camat Cangkringan, Suparmono, di barak pengungsian Balai Desa Glagaharjo, Selasa, 10 November 2020.

    Suparmono mengatakan, jumlah pengungsi meningkat dari hari sebelumnya. Ia memperkirakan, sejumlah pengungsi dewasa ikut masuk barak lantaran takut atas peningkatan status Gunung Merapi yang menjadi siaga sejak 5 November 2020.

    Baca juga: Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Tanggamus Lampung

    Ia mengaku bisa memahami kondisi warganya. Hingga kini, jumlah pengungsi sekitar 185 jiwa di Balai Desa Glagaharjo. Jumlah ini meningkat karena sebelumnya sekitar 133 jiwa pada akhir pekan lalu.

    "Ada penduduk yang mengungsikan diri sendiri. Ini orang tua yang tidak tega melihat anaknya sendiri di tempat pengungsian," kata dia.

    Suparmono menyebut, sejumlah pengungsi ditempatkan di sejumlah gedung sekolah di Desa Glagaharjo. Menurut dia, setidaknya ada tujuh barak pengungsian yang disiapkan untuk pengungsi, di antaranya di SD Muhammadiyah Cepitsari, Desa Argomulyo, Desa Wukirsari, Desa Umbulharjo, dan Desa Kepuharjo.

    Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Joko Suprianto, mengungkapkan pemerintah berupaya memberikan layanan kesehatan psikis maupun kesehatan bagi lansia maupun penduduk yang mengalami trauma. Relawan dan petugas kesehatan disiagakan di barak pengungsian.

    Baca juga: Klaster Perkantoran Menambah Kasus Covid-19 di Semarang

    "Di sini (barak pengungsian) kan jenuh, jadi diajak senam agar membantu pemulihan psikisnya perlahan. (Pengungsi) lansia juga ada yang mengeluh batuk dan soal kesehatan lain. Kami upayakan menyediakan keperluan obat-obatan," ungkap Joko.

    Ia menambahkan, warga dipersilakan menjenguk anggota keluarganya di pengungsian. Sebab, masih ada banyak warga yang belum mengungsi. Misalnya, di Desa Glagaharjo terdapat sekitar 500 jiwa dan baru mengungsi 185 jiwa.

    Hingga saat ini, Gunung Merapi masih berstatus siaga sejak 5 November 2020. Kawasan rawan terdampak erupsi diperkirakan hingga lima kilometer dari puncak gunung tersebut. 

    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id