Upaya Konservasi Penyu di Pesisir Selatan Yogyakarta Terancam

    Ahmad Mustaqim - 10 November 2020 13:21 WIB
    Upaya Konservasi Penyu di Pesisir Selatan Yogyakarta Terancam
    Pelepasliaran tukik di Pantai Trisik Kecamatan Galur, Kabupaten Kulon Progo. Medcom.id/ahmad mustaqim.
    Kulon Progo: Upaya melindungi penyu di pesisir pantai selatan Yogyakarta terancam abrasi dalam beberapa pekan terakhir. Akibatnya, lokasi peneluran dan pendaratan penyu hancur di berbagai titik.

    "Tidak tahu ada berapa yang sudah hancur. Penyu sekarang harus berpindah lokasi pendaratannya karena daratan terus tergerus abrasi," kata Koordinator Konservasi Penyu Abadi, Edy Yulianto di Kulon Progo, daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa, 10 November 2020.

    Edy mengatakan, tepat konservasi penyu di kawasan Pantai Trisik, Kecamatan Galur, Kabupaten Kulon Progo juga terancam. Abrasi pantai selatan kian mendekat dan kini bibir pantai hanya berjarak sekitar 50 meter dengan tempat konservasi penyu.  

    "Pada 2004 itu jaraknya (tempat konservasi dengan bibir pantai) 200 meter, sekarang tinggal 50 meter," terangnya.

    Menurut Edy, sepanjang garis pantai Trisik sekitar dua kilometer terdapat banyak lokasi penyu bertelur. Garis pantai itu terus tergerus abrasi dan penyu harus memiliki lokasi ke titik tinggi agar tidak hilang telurnya.

    Baca: Bangkai Lumba-lumba Ditemukan di Pantai Sundak Gunungkidul

    "Kalau sekarang karena efek abrasi, pasang tertinggi itu sudah sampai zona bertelur penyu, sehingga jika kondisi terus dibiarkan, penyu-penyu di sini akan kesulitan mencari tempat bertelur," kata dia.

    Edy mengaku, kelompoknya telah menyelamatkan 4.702 butir telur penyu jenis lekang dari 53 sarang yang ada di sepanjang Pantai Trisik. Dalam sebulan, telur-telur itu bisa menetas dan dilepasliarkan.

    "Perlu langkah konkret agar upaya penyelamatan penyu bisa terus berjalan dan terjaga," ungkapnya.

    Ketua Konservasi Penyu Abadi, Jaka Samudra, mengatakan rencananya merelokasi tempat konservasi penyu ke titik yang lebih aman. Ia mengatakan rencana relokasi itu akan ditempatkan di sekitar Joglo Wisata Pantai Trisik.

    "Jaraknya lebih dari 100 meter. Harapannya nanti tukik yang dilepasliarkan lebih banyak," kata Jaka.

    Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DIY, Untung Suripto mengatakan, akan membantu upaya konservasi penyu. ia akan berupaya menggandeng sejumlah mitra perusahaan di DIY.

    "Memang anggaran belum kita bicarakan, tapi ada peluang CRS perusahaan. Kami akan sampaikan ke perusahaan dan semoga bisa dibantu," terangnya.

    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id