Seorang Warga Jambi Buat Ijazah Palsu Selama 4 Tahun

    Antara - 19 Februari 2021 11:22 WIB
    Seorang Warga Jambi Buat Ijazah Palsu Selama 4 Tahun
    ilustrasi Medcom.id



    Jambi: Satuan Reserse Kriminal unit Tipidter Polresta Jambi menangkap seorang wanita yang menjadi pelaku tindak pidana pembuat dan penjual ijazah palsu. Pelaku sudah membuat ijazah palsu sejak beberapa tahun lalu.

    "Anggota kami telah mengamankan tersangka yaitu AM, 23, warga jalan Pangeran Antasari RT 18, Kelurahan Talang Banjar, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi dalam kasus pembuatan ijazah palsu tersebut," kata Kasat Reskrim Polresta Jambi, Kompol Handres, Jumat, 19 Februari 2021.




    Baca: Kota Madiun Tambah Posko PPKM Skala Mikro

    Tersangka membuat ijazah palsu berdasarkan pesanan yang ditawarkannya di media sosial sejak tahun 2017 dan akhirnya tersangka ditangkap di depan RS Mitra, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi.

    Handres menjelaskan sebelumnya anggota unit Tipidter Satreskrim Polresta Jambi mendapatkan informasi masyarakat terkait maraknya peredaran ijazah universitas dan sekolah menengah atas yang palsu dan kemudian dilakukan penyelidikan untuk memastikan informasi tersebut.

    Kemudian pada pekan lalu, anggota unit Tipidter berlakukan undercover atau menyamar untuk menjadi pemesan dan ditanggapi oleh pelaku yang kemudian bertemu dengan pelaku. Sekira jam 15.30 WIB pelaku datang ke tempat kejadian perkara dengan membawa ijazah paket C palsu.

    "Pelaku dan barang bukti dilakukan tangkap tangan, lalu dibawa ke kediamannya untuk proses pengembangan dan disana berhasil diamankan berupa barang bukti laptop, stempel, hologram, dan lembaran ijazah palsu," ungkap Handreas.

    Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 68 ayat 1 UU No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang berbunyi setiap orang yang membantu memberikan ijazah, sertifikat kompetensi, gelar akademik, profesi, dan atau vokasi dari satuan pendidikan yang tidak memenuhi persyaratan atau pasal 263 KUHP tentang Pemalsuan Surat.

    "Tersangka AM terancam hukuman pidana maksimal enam tahun penjara," ujar Handreas.

    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id