Pasien Terpapar Antraks Bisa Sembuh

    Antara - 11 Januari 2020 10:24 WIB
    Pasien Terpapar Antraks Bisa Sembuh
    Ilustrasi. (Foto: MI/Asprilla Dwi Adha)
    Gunungkidul: Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), memastikan pasien terpapar antraks dapat disembuhkan. Asalkan, langsung mendapat perawatan dan pengobatan secara tepat.

    Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawati menjelaskan pasien terpapar antraks mayoritas menunjukkan gejala serangan pada kulit. Persentasenya menyentuh angka 95 persen.

    "Kulit seperti dalam kondisi luka. Di tengahnya ada kulit mati," katanya, melansir Antara, Sabtu, 11 Januari 2020.

    Selain itu, keluhan lain di antaranya terkait dengan gangguan saluran pencernaan, seperti mual, diare, dan gangguan pernapasan dengan gejala batuk dan sesak napas.

    "Dari pasien yang ditangani di RSUD Wonosari, pasien yang ditangani lebih menyerang kulit. Penyakit antraks yang menyerang manusia itu mudah sembuh, obatnya ada di puskesmas ada di rumah sakit, asal ketemunya cepat, terapi, sembuh,” ungkapnya.

    Ia mengatakan pasien yang terpapar antraks diberikan antibiotik selama tujuh sampai 10 hari. Pasien juga akan menjalani terapi sesuai aturan dan ketentuan.

    "Tapi kalau yang bersangkutan terinfeksi lagi, ya sakit lagi,” lanjut dia.

    Terkait dengan kemungkinan Dinas Kesehatan Gunungkidul menetapkan status kejadian luar biasa, Dewi mengatakan hal itu menunggu hasil uji laboratorium dari Bogor, Jawa Barat.

    "Sampai saat ini, kejadian ini tidak disebut menjadi kejadian luar biasa. Namun, kami sudah membuat surat edaran kepada puskesmas, rumah sakit terkait penyebaran virus antraks yang perlu diantisipasi," katanya.

    Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul juga telah mengeluarkan surat imbauan kepada masyarakat untuk menekankan pola hidup sehat, seperti mencuci tangan dan kaki setelah berinteraksi dengan ternak.

    "Kami berharap masyarakat tidak perlu panik. Pemkab akan mengantisipasi dan berupaya menyelesaikan masalah yang ada. Yang penting perilaku kita. Jangan mengonsumsi daging yang berasal dari ternak mati atau sakit,” katanya.

    Dewi juga meminta masyarakat tetap tenang terhadap penyebaran penyakit tersebut. Ia mengatakan belum ada hasil penelitian yang menyebut penularan antraks dari manusia ke manusia.

    "Kami minta warga tenang dan bila terjadi gejala seperti antraks, langsung dibawa ke puskesmas terdekat," pungkasnya.



    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id