Warga Terdampak Banjir Bandang di Sentani Bakal Direlokasi

    Roylinus Ratumakin - 19 November 2019 18:52 WIB
    Warga Terdampak Banjir Bandang di Sentani Bakal Direlokasi
    Kali Kemiri di Kabupaten Jayapura yang meluap mengakibatkan rumah warga sekitarnya hanyut dan meregut nyawa manusia. Foto: Medcom.id/Roy Ratumakin.
    Jayapura: Pemerintah Kabupaten Jayapura menggandeng Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) setempat untuk merelokasi warga Kota Sentani, Papua, yang diterjang banjir bandang beberapa waktu lalu. Pemkab Jayapura berencana merekolasi warga terdampak bencana banjir bandang. 

    "Pertemuan dengan LO (Liaison Officer) BNPB telah dilakukan untuk mengantisipasi bencana. Ada beberapa hal yang kemarin berjalan cukup lamban (mitigasi bencana) termasuk soal relokasi baik di wilayah darat (lereng gunung) dan di danau. Ini yang saat ini sedang kami bahas untuk bagaimana tidak terjadi lagi kedepan," kata Bupati Kabupaten Jayapura Mathius Awoitauw  kepada Medcom.id, Selasa, 19 November 2019.

    Mathius mengatakan banjir bandang yang menimpa wilayahnya menjadi pelajaran dirinya sebagai kepala daerah dan masyarakat di kaki gunung Cycloop. Pihaknya telah mencari lokasi baru untuk membangun perumahan layak untuk warga.

    "Saat ini kami sedang menormalisasikan beberapa jalur yang sering dilewati oleh air ketika turunnya hujan dengan intensitas tinggi," ujarnya.

    Mathius mengimbau masyarakat yang masih mendiami wilayah di bantaran sungai waspada ketika hujan turun. Tak hanya Sentani, Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano meminta warganya yang terdampak longsor di wilayah APO dan Polimak menjaga lingkungan bebas sampah.

    "Sampah ini menjadi penyebab salah satu musibah di Kota Jayapura. Saya sudah perintahkan kepala-kepala Distrik untuk selalu mengimbau warganya untuk tetap waspada, dan menjaga lingkungannya," katanya.

    Balai Wilayah Sungai Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengeluarkan salah satu analisis penyebab banjir bandang Sentani yang menelan 112 korban jiwa. Dilaporkan telah terjadi alih fungsi lahan yang membuat daya serap air di sungai tidak mampu menampung.

    Sembilan kelurahan terdampak akibat bencana ini yang paling parah terdampak adalah Kelurahan Dobonsolo, Doyo Baru, dan Hinekombe. Sebanyak 350 unit rumah rusak berat, 211 unit rumah terendam di BTN Bintang Timur Sentani, 104 unit ruko rusak berat, dua unit gereja rusak berat, satu unit masjid rusak berat, delapan unit sekolah rusak berat dan juga berbagai kerusakan lainnya.

    Ada dua faktor utama penyebab banjir bandang di Sentani ini yaitu, faktor alam, di mana selama tujuh jam telah turun hujan deras sebanyak 248,8 mm – padahal biasanya jumlah ini rata-rata turun dalam kurun waktu sebulan.

    Faktor lainnya adalah kerusakan alam yang disebabkan oleh manusia. Kerusakan di Pegunungan Cycloop sudah berlangsung sejak tahun 2003, dimana banyak daerah resapan air dijadikan area pemukiman. Hal ini diperparah dengan maraknya penebangan pohon untuk pembukaan lahan baru dan lain-lain.

    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id