Ahli Geologi: Semburan Lumpur di Surabaya Kecil dan Dangkal

    Amaluddin - 10 Oktober 2019 19:05 WIB
    Ahli Geologi: Semburan Lumpur di Surabaya Kecil dan Dangkal
    Semburan lumpur bercampur minyak dan gas di pekarangan rumah warga Surabaya, Jawa Timur. Foto: Medcom.id/Amal
    Surabaya: Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Jawa Timur, Handoko Teguh Wibowo, menyebut semburan lumpur di kawasan Kutisari Surabaya berbeda dengan semburan lumpur lapindo yang ada di Sidoarjo. Sebab, semburan lumpur bercampur minyak dan gas di Kutisari lebih kecil dan dangkal.

    "Karakternya saja sudah berbeda antara semburan lumpur di Sidoarjo dengan di Surabaya. Baik mulai dari suhu hingga kedalaman semburan lumpur," kata Handoko, dikonfirmasi, Kamis, 10 Oktober 2019.

    Semburan lumpur di Sidoarjo, kata Handoko, suhu dari permukaan semburan mencapai 100 drajat celcius. Kemudian semburan itu mengeluarkan material, minyak, air, dan gas, dari kedalaman ribuan meter ke bawah tanah.

    "Sedangkan di Kutisari Surabaya kedalamannya dangkal. Kemudian ada banyak sumur minyak bekas Belanda. Jadi sangat berbeda setting geologinya dengan lumpur lapindo di Sidoarjo," kata Handoko.

    Handoko juga menegaskan bahwa semburan lumpur di Surabaya tidak ada kaitannya dengan lumpur Lapindo. Di Surabaya, semburan berasal dari sumur minyak bekas Belanda yang terpantau aktif.

    "Memang tidak terlalu berbahaya, tapi kalau dibiarkan tentu bisa membahayakan. Khawatir ada percukan api aktifitas warga setempat. Jadi semburan itu harus dikelola dengan cara menyiapkan alat separator," kata Handoko.

    Alat separator adalah suatu alat berbentuk tabung dan memiliki tekanan, yang berfungsi memisahkan dua jenis zat (air dan minyak), atau tiga jenis zat (air, minyak dan gas) yang memiliki densitas yang berbeda. Dalam penggunaannya, separator umumnya digunakan untuk memisahkan minyak dan air sebelum dibuang ke lingkungan sekitar. 

    "Alat itu bertujuan untuk menghasilkan liquid atau fraksi tertentu, dan hasil pemisahan antara minyak, gas dan air dalam semburan itu, bisa dimanfaatkan oleh masyarakat," kata Handoko.




    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id