Tanggul Jebol Puluhan Rumah di Cilacap Terendam Banjir

    Antara - 26 Mei 2020 16:24 WIB
    Tanggul Jebol Puluhan Rumah di Cilacap Terendam Banjir
    Tanggul penahan air asin yang jebol di Desa Ujungmanik, Kecamatan Kawunganten, Kabupaten Cilacap. Foto: Antara
    Cilacap: Puluhan rumah di Desa Ujungmanik, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, terendam banjir akibat jebolnya tanggul penahanan air asin dari laguna Segara Anakan. Banjir menerjang siang tadi.

    "Tanggul tersebut jebol tadi sekitar pukul 12.00 WIB akibat air pasang di Segara Anakan," kata Kepala Desa Ujungmanik Sugeng Budiyatno saat dihubungi dari Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Selasa, 26 Mei 2020. 

    Banjir air asin tersebut menggenangi 40 rumah warga di RT 04 RW 02, Dusun Banjursari, Desa Ujungmanik, Kecamatan Kawunganten, Cilacap. Ketinggian air di jalan berkisar 30-40 centimeter.

    Selain itu, kata dia, banjir air asin tersebut juga menggenangi tanaman padi siap panen seluas 25 hektare dengan tinggi genangan berkisar 60-70 centimeter. "Itu luasan tanaman padi yang paling rawan dan berpotensi mengakibatkan gagal panen karena air pasang diprediksi masih akan berlangsung hingga 3 hari ke depan," katanya.

    Perangkat desa telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap untuk melakukan penanganan darurat terhadap tanggul yang jebol tersebut.
    Tanggul yang jebol akan ditangani saat arus air surut.

    Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap Tri Komara Sidhy mengatakan pihaknya segera mengirimkan karung berisi pasir guna penanganan darurat terhadap tanggul jebol di Desa Ujungmanik.

    "Selain di Ujungmanik, tanggul penahan rob atau air pasang di Kelurahan Tegalkamulyan, Kecamatan Cilacap, juga jebol siang tadi di tiga titik namun belum sampai ke permukiman maupun jalan. Demikian pula di Pantai Sodong, Adipala, juga ada tanggul yang jebol," katanya.

    Menurut dia, pihaknya telah mengirimkan 1.500 karung ditambah 500 karung dari Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Kabupaten Cilacap sebanyak 500 karung untuk diisi pasir guna penanganan darurat di Kelurahan Tegalkamulyan.

    "Kami bersama masyarakat dan PSDA langsung bekerja bakti untuk melakukan penanganan darurat terhadap tanggul jebol tersebut karena berdasarkan 'ilmu titen' (pengalaman) teman-teman nelayan, kondisi air pasang seperti ini masih akan berlangsung hingga 3-4 hari ke depan," katanya.


    (WHS)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id