Khofifah Fasilitasi Wartawan Tes Covid-19

    Amaluddin - 23 Maret 2020 10:46 WIB
    Khofifah Fasilitasi Wartawan Tes Covid-19
    Wartawan Pemprov Jatim saat melakukan rapid test covid-19 (virus korona) di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, MInggu malam, 22 Maret 2020. (Medcom.id/Amaluddin)
    Surabaya: Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, ingin kondisi kesehatan para wartawan yang bertugas di Pemprov Jatim terbebas dari virus korona covid-19. Khofifah pun memberikan fasilitas gratis untuk melakukan rapid tes covid-19 (virus korona) dan vaksin influenza.

    "Sebagai bentuk perhatian kami, kami memberikan kesempatan teman-teman media untuk rapid test covid-19 dan juga vaksin influenza. Kami sudah siapkan tim medis, beserta alat dan vaksinnya," kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu malam, 22 Maret 2020.

    Seusai jumpa pers, kemudian puluhan wartawan langsung menuju sebuah ruangan di Grahadi, tempat dilakukannya rapid test covid-19 awak media. Di sana, tim medis menggunakan alat tes korona, sebagai screening untuk mengetahui kondisi tubuh.

    Alat rapid test itu mirip dengan alat rapid test yang akan digunakan untuk tes secara massal, yang kini alatnya sedang dipesan pemerintah pusat. Tidak butuh lama, hasilnya diketahui hanya dalam waktu sekitar 15 menit.

    "Alat ini yang nantinya akan digunakan untuk tes cepat massal, dan Insya Allah Senin akan datang. Jadi ini beberapa alat rapid test kami prioritaskan untuk teman-teman media yang bertugas di Grahadi," jelas Khofifah.

    Sementara itu Ahli Patologi Klinik Jatim, Aryati, mengatakan rapid test ini sistemnya adalah untuk mengetahui antibodi SARS-Cov-2, yang dibentuk dalam diri seorang. Sistemnya adalah dengan pengambilan sample darah, kemudian diteteskan dalam alat yang berbentuk stick uji. "Jadi, ini alat deteksi antibodi SARS Cov-2 ini lewat darah yang diambil whole blood, dan hasil tesnya akan keluar 15 menit setelah diperiksa," kata Aryati.

    Aryati menjelaskan tes antibodi ini berbeda dengan uji darah dengan swab. Dalam rapid test ini, kata Aryati, yang dideteksi adalah adanya antibodi yang terbentuk dalam tubuh akibat virus SARS-COV-2 penyebab covid-19. Jika dalam rapid test ini hasilnya negatif maka ada dua kemungkinan.

    Pertama adalah karena memang tidak ada virus SARS-COV-2, dan kedua ada kemungkinan karena belum terbentuk antibodi di dalam tubuh, karena virus masih dalam masa inkubasi. Jika negatif, sebaiknya melakukan tes ulang, antara tujuh hingga delapan hari kedepan.

    "Sedangkan jika positif, juga ada baiknya dilakukan tes swab. Sebab juga ada dua kemungkinan, yaitu apakah memang benar positif, atau yang kedua antibodi yang terbentuk adalah antibodi dari jenis virus corona yang lain," pungkas Aryati.



    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id