54 ribu Warga Makassar Belum Memiliki KTP-el

    Muhammad Syawaluddin - 20 Februari 2020 16:59 WIB
    54 ribu Warga Makassar Belum Memiliki KTP-el
    Kadis Dukcapil Makassar, Ariyati Puspasari, saat diwawancarai, di Kantornya, di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis, 20 Februari 2020. Medcom.id/Muhammad Syawaluddin.
    Makassar: Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil mencatat sebanyak 54 ribu masyarakat Kota Makassar hingga saat ini belum memiliki Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el). Jumlah tersebut tercatat dari 1.020.000 warga Makassar yang wajib KTP-el. 

    "Yang telah melakukan perekaman KTP-el, itu sebanyak 965.630 jiwa. Jadi kita masih punya pekerjaan rumah sebanyak 54.500 orang," kata Kepala Dinas Dukcapil Makassar, Ariyati Puspasari, di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis, 20 Februari 2020.

    Ariyati menjelaskan bahwa masih banyaknya warga yang belum melakukan perekaman KTP-el dikarenakan kurangnya informasi yang diperoleh terkait layanan perekaman. 

    "Mungkin masyarakat belum merasakan manfaat, karena mungkin belum mengakses layanan publik. Atau informasi yang diterima masyarakat kurang terkait perekaman," jelas Ariyati.

    Ariyati kembali mengatakan untuk memaksimalkan perekaman KTP-el agar bisa menjangkau semua masyarakat Kota Makassar, Dukcapil akan melakukan sosialisasi lebih gencar kepada masyarakat sekaligus menyiapkan alat perekaman di setiap kantor kecamatan. 

    "Kami melakukan perekaman di titik-titik strategi seperti di kelurahan dan kecamatan yang dianggap warganya masih minim melakukan perekaman," ungkap Ariyati.

    Tidak hanya itu Dukcapil Makassar melalui program jemput bola juga melakukan perekaman KTP-el di setiap rumah warga (door to door). Program itu berlaku khusus bagi masyarakat yang dinilai tidak mampu mengakses layanan di kantor kecamatan maupun di Dukcapil.

    Pelayanan khusus ini berlakuka kepada tiga kategori yakni Lansia, orang sakit, kemudian difabel. Sehingga saat pilkada nantinya tidak ada lagi yang wajib KTP tidak atau belum melakukan perekaman.

    "Sebenarnya pilkada atau tidak pilkada kami terus melakukan perekaman. Tapi tahun ini ada pilkada makannya kita buat strategi untuk massifkan perekaman. Kami target sebanyak-banyaknya bisa lakukan perekaman," pungkas Ariyati.



    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id