Harga Kedelai Naik, Produsen Tahu Putar Otak Jaga Pelanggan

    Ahmad Mustaqim - 31 Mei 2021 17:32 WIB
    Harga Kedelai Naik, Produsen Tahu Putar Otak Jaga Pelanggan
    Salah satu produsen tahu di Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo. Medcom.id/ Ahmad Mustaqim



    Kulon Progo: Produsen tahu di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), harus memutar otak menjaga konsumen di tengah naiknya harga kedelai. Selain ancaman covid-19, kenaikan harga kedelai membayangi berkurangnya pelanggan.

    Seorang produsen tahu, Dawud, mengatakan harus memperkecil ukuran tahu produksinya agar bisa menyeimbangkan produksi dan penjualan. Saat ini harga kedelai impor mencapai Rp11 ribu per kilogram.

     



    "Kalau tidak begitu gak bisa dapat untung," kata Dawud di Sentra Industri Tahu, Dusun Wonobroto, Desa Tuksono, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Senin, 31 Mei 2021.

    Baca: 30 Nakes di Jepara Terpapar Covid-19

    Dia mengatakan mengecilkan ukuran produksi tahu menjadi solusi realistis selain menaikkan harga. Dawud menilai langkah itu menjadi paling aman agar bisa menjaga konsumen.

    "Kalau harganya dinaikkan pasti berat konsumen. Walaupun untungnya sudah mepet banget," jelasnya.

    Anggota Paguyuban Tahu Murni Wonobroto ini mengungkapkan bisa menghabiskan sekitar 50 kilogram kedelai impor untuk produksi tahu putih. Kedelai itu merupakan hasil impor dari Amerika.

    Bahan kedelai sebesar itu lantas ia jadikan tahu sekitar seribu potong. Ia menjualkan dalam berbagai ukuran dan harga, mulai dari Rp250 per potong hingga Rp600 per potong.

    Ketua Paguyuban Tahu Murni Wonobroto, Ponimin Harjono, mengatakan kenaikan harga kedelai kian mencekik pelaku usaha sepertinya. Terlebih, itu dibarengi dengan naiknya harga plastik dan minyak. Harga minyak katanya, saat ini sekitar Rp250 ribu per jeriken dan plastik sekitar Rp2 ribu hingga Rp5 ribu.

    "Kalau bahan baku tinggi ya otomatis hasilnya (keuntungan) jadi kecil. Kalau bisa pemerintah (membantu) menekan hasil kedelai," ungkapnya.

    Ia menduga kenaikan harga kedelai impor tak lepas dari pandemi covid-19 yang urung terkendali. Sebab, ujarnya, tren kenaikan ini terjadi sejak tahun lalu.

    "Tahun lalu (harga kedelai impor) Rp7 ribu (per kilogram), sampai sekarang naik jadi Rp11 ribu per kilogram. Baru kali ini harganya tinggi sekali," ujarnya.

     

    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id