Demo Ricuh di Kota Bandung, 150 Pemuda Ditangkap

    P Aditya Prakasa - 21 Juli 2021 18:07 WIB
    Demo Ricuh di Kota Bandung, 150 Pemuda Ditangkap
    Para pendemo yang diamankan polisi melakukan tes swab antigen. Medcom.id/P Aditya



    Bandung: Polisi menangkap 150 pemuda yang diduga terlibat ricuh saat unjuk rasa di Kantor Balai Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar). Sebanyak lima bom molotov juga telah disita oleh polisi saat menangkap para pemuda tersebut.

    Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya mengatakan aksi tersebut tentang penolakan terhadap kebijakan perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Aksi tersebut dilakukan oleh sekelompok mahasiswa, ojek online, dan pedagang di Bandung. 

     



    Sebagian pendemo kemudian melanjutkan aksi dengan long march ke Gedung Sate. Belum sampai ke tujuan, para pendemi melakukan penutupan jalan dengan orasi dan membuat kemacetan panjang. Mereka juga diduga merusak 60 pot di jalanan. 

    "Kami membubarkan mereka agar Kota Bandung kondusif dan jalan bisa dipakai," kata Ulung di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu 21 Juli 2021.

    Dia mengatakan, para pedagang dan ojek online yang sebelumnya mengikuti aksi di Balai Kota memilih memisahkan diri dari kumpulan pendemo yang menuju ke Gedung Sate tersebut. Mereka memisahkan diri karena khawatir terjadi kericuhan.

    "Yang tadi melakukan unjuk rasa kurang lebih 150 dan itu ditunggangi pihak lain yang mungkin membuat Kota Bandung tidak kondusif," ucap Ulung. 

    Ulung mengungkapkan, pembubaran tersebut dilakukan karena para pendemo telah melanggar protokol kesehatan. Aparat juga menangkap para pemuda yang telah melakukan pengerusakan.

    "Ada pun 150 orang itu mahasiswa 9 orang, SMA 36 orang, SMP 6 orang, dan lain-lain 34 orang, pengangguran dan lainnya ditambah 64 orang sehingga jumlah 149 orang," bebernya. 

    Ia manambahkan, ada pendemo yang membawa bom molotov. "Membawa molotov ada lima orang," lanjut Ulung. 

    Baca: Terlibat Demo Ricuh, Ratusan Pemuda di Bandung Ditangkap

    Menurut Ulung, kelompok yang ikut dalam aksi tersebut ingin membuat Kota Bandung tidak kondusif dengan mengajak massa untuk tidak suka PPKM dan menyudutkan pemerintah. Para pemuda yang ditangkap di halaman Gedung Sate juga langsung diminta melakukan tes swab antigen.

    "Pemeriksaan swab baru dimulai, sudah tiga orang dinyatakan reaktif, kerawanan berkerumun tinggi sekali dalam penyebaran covid-19," katanya.

    (SYN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id