Tutup Akses Rumah Tetangga dengan Tembok, Anggota DPRD Pangkep Dilaporkan ke Polisi

    Antara - 24 Juli 2021 15:01 WIB
    Tutup Akses Rumah Tetangga dengan Tembok, Anggota DPRD Pangkep Dilaporkan ke Polisi
    Seorang warga menunjukkan akses pintu belakang rumahnya di temboki oknum anggota DPRD Pangkep H Amiruddin, di jalan Ance Dg Ngoyo, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (23/7/2021). ANTARA/Darwin Fatir.



    Makassar: Pengelola Rumah Tahfiz Alquran Nurul Jihad, Abdul Wahid, melaporkan Anggota DPRD Kabupaten Pangkep H Amiruddin atas dugaan pengancaman. Hal ini berkaitan dengan penutupan akses pintu belakang rumah tahfiz setempat dengan tembok batu oleh Amiruddin.

    "Saya sudah laporkan atas perkataan ancaman serta perbuatan tidak menyenangkan saat menutup pintu masuk belakang rumah dengan tembok ke Polsek Panakukang," ujar Abdul Wahid saat di konfirmasi, Jumat, 23 Juli 2021. 

     



    Tembok yang dibangun tersebut menutupi dua pintu belakang rumah tahfiz dan warga lain di Jalan Ance Daeng Ngoyo Lorong 5, RW 5, Kelurahan Masale, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Sedangkan pintu utama berada bagian depan, Jalan Bumi Karsa.

    Menurut Abdul, tidak ada pembenaran bagi siapapun bila menutup akses jalan, apalagi lahan tersebut adalah bagian dari fasilitas umum (fasum). Pelaporan tersebut dilakukan karena ujaran Amiruddin dianggap terlalu berlebihan dan dinilai merendahkan orang lain.

    Selain itu, pembangunan tembok juga menghalangi jalan menuju masjid. Diduga, yang bersangkutan jengkel dan merasa terganggu atas kegiatan aktivitas santri.

    Di tempat terpisah, Kapolsek Panakukang AKP Andi Ali Surya membenarkan adanya pelaporan warga soal perkataan tidak menyenangkan bernada ancaman atas penutupan akses pintu belakang warga dengan tembok.

    "Iya benar, sudah diterima (laporannya). Saat ini sudah dilakukan tahap penyelidikan. Kami pun sudah melayangkan surat panggilan klarifikasi soal laporan perkataan ancaman tersebut kepada terlapor," papar Andi Ali.

    Namun demikian, pihaknya tetap melakukan upaya-upaya persuasif dengan memanggil yang bersangkutan serta pihak pelapor agar dilakukan mediasi. Bila menemui jalan buntu, maka akan tetap dilanjutkan ke tahap penyidikan.

    "Bisa saja kasus ini naik ke tahap penyidikan, kemudian dilaksanakan gelar perkara bila bersangkutan tidak kooperatif. Tadi sempat ke lokasi, tapi rumah terlapor terkunci rantai besi, tidak ada orang," tutur Andi Ali.

    Baca: Terpapar Covid-19, Nakes Hamil di RSUD Tarakan Meninggal Dunia

    Ketua RT 05 setempat, Abdul Aziz mengungkapkan pemilik rumah terkesan terganggu dengan aktivitas para santri. Sehingga, anggota dewan itu memutuskan menembok akses jalan itu dengan menutup dua pintu masuk bagian belakang rumah setempat.

    Camat Panakkukang, M Thahir Rasyid usai meninjau lokasi tersebut menegaskan, akan membongkar tembok itu dalam waktu 2x24 jam apabila tidak dibongkar sendiri. Pasalnya, tembok dibangun di atas fasum. 

    Sementara itu, pemilik rumah yang membangun tembok, H Amiruddin tidak merespons ketika dikonfirmasi. 

    (SYN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id