900 Bangunan Akan Terdampak Jalur Ganda KA Bandung-Cicalengka

    Roni Kurniawan - 08 Juni 2021 15:34 WIB
    900 Bangunan Akan Terdampak Jalur Ganda KA Bandung-Cicalengka
    Kereta Api. Foto : MI/Barry.



    Bandung: Sebanyak 900 bangunan dipastikan akan terdampak proses pembangunan jalur ganda kereta api dari Stasiun Kiaracondong Bandung hingga Stasiun Cicalengka. 600 bangunan di antaranya berada di wilayah Kota Bandung yakni di Kiaracondong.

    "Jadi ada seluruh 900 bidang, kalau di Kiaracondong itu ada 600 bidang. Kalau total dari ujung ke ujung ada 900 bidang," kata Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Barat, Kementerian Perhubungan, Erni Basri, di Pendopo Kota Bandung, Selasa, 8 Juni 2021.

     



    Baca: ASN Kabupaten Jepara Kembali WFH

    Erni menjelaskan telah berkoordinasi dengan Wali Kota Bandung, Oded M. Danial, terkait penertiban bangunan untuk pembangunan jalur ganda. Pasalnya 600 bangunan di Kiaracondong berada di wilayah Kota Bandung dan mayoritas merupakan bangunan permanen yang berdiri ditanah milik Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA).

    "Semua lahan pemerintah, termasuk di Kiaracondong. Mereka (warga) ceritanya sudah lama tinggal disitu (lahan milik (PJKA). Tapi kita juga sudah melakukan sosialisasi termasuk komunikasi dengan Pak Wali," jelasnya.

    Erni mengaku sesuai dengan aturan akan memberikan uang kerohiman bagi warga yang terdampak pembangunan jalur ganda sepanjang 62 kilometer tersebut. Uang kerohiman itu, lanjutnya, diberikan kepada warga terdampak untuk membongkar bangunan serta mengangkut barang-barang.

    "Kerohiman besarannya ini Perpres Nomor 62 Tahun 2018 diatur kompensasi ini terdiri dari biaya sewa 12 bulan. Terus biaya bongkar, mobilisasi dan biya pemanfataan," jelasnya.

    Sementara itu, Wali Kota Bandung, Oded M. Danial, mendukung proses pembanguna jalur ganda Kiaracondong - Cicalengka. Ia mengaku, Pemkot Bandung hanya sebagai pendamping proses pembangunan tersebut karena proyek seutuhnya ada di Kemenhub yang dianggarkan sebesar Rp1,3 triliun.

    "Kita mendung, dan kita mendampingi. Karena ini kan ada di wilayah Kota Bandung, jadi tadi komunikasi awal dengan kami," ujar Oded.

    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id