Tanggul Jebol, Warga Citayam Masih Dihantui Banjir

    Octavianus Dwi Sutrisno - 06 Januari 2020 20:48 WIB
    Tanggul Jebol, Warga Citayam Masih Dihantui Banjir
    Ilustrasi kondisi luapan tanggul jebol di wilayah Citayam, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin, 6 Januari 2020. Medcom.id/ Octavianus Dwi Sutrisno
    Depok: Debit air di Sungai Ciliwung semakin menurun, namun masih ada wilayah yang mengalami banjir. Seperti di Perumahan Puri Citayam Permai 2, Citayam Kabupaten Bogor. 

    Pantauan Medcom.id, air setinggi sekitar 30 sentimeter masih menggenang di sekitaran wilayah permukiman warga. Banjir tersebut, bukan karena curah hujan yang tinggi namun disebabkan oleh jebolnya tanggul perumahan yang berukuran lima meter.

    Sejumlah rumah yang berada persis di depan tanggul tersebut mengalami kerusakan cukup parah dan kosong ditinggal penghuni.

    Yamin salah seorang warga sekitar menjelaskan peristiwa jebolnya tanggul tersebut menyebabkan sejumlah warga mengungsi hingga saat ini.

    "Tanggulnya jebol sejak lima hari lalu, sampai sekarang warga masih banyak yang mengungsi," kata Yamin di sekitar lokasi, Senin, 6 Januari 2019.

    Yamin menjelaskan masyarakat sekitar masih mengalami trauma terutama ketika hujan deras mulai mengguyur. Menurut Yamin meskipun hujan turun tidak terlalu lebat warga pasti akan berlarian menyelamatkan diri ke pengungsian.

    Kondisi tanggul juga diakuinya cukup membahayakan, meski warga berusaha menambal bekas jebolan dengan berbagai barang seadanya namun air tetap saja mengalir. 

    "Ditambal pakai barang-barang seadanya itu kaya karung, kayu. Tapi masih bahaya banget ini kalau air banyak bisa jebol lagi," ungkap Yamin.

    Sementara Slamet yang juga warga sekitar lokasi kejadian menjelaskan saat awal kejadian tanggul jebol yaitu 2 Januari 2019 kemarin. Sempat memakan korban jiwa, bernama Bagas Marsdianto, 20. Pria tersebut terjatuh dan hanyut terbawa derasnya air luapan tanggul.

    "Saat itu suaranya seperti suara ledakan, ternyata tanggul jebol. Selain itu, tebing diatasnya juga longsor. Ketua RT teriak siap-siap, memberikan peringatan. Warga kebanyakan sedang di rumah saat itu," ungkap Slamet.

    Tak hanya membawa lumpur, derasnya air yang mengalir ke pemukiman warga juga membawa material batu dan puing. 
    "Air longsor bawa batu-batu besar, itu yang bikin tembok dan pohon pada hancur," kata Slamet.



    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id