comscore

Prada Deri Dituntut Penjara Seumur Hidup

Antara - 22 Agustus 2019 13:14 WIB
Prada Deri Dituntut Penjara Seumur Hidup
Oknum TNI pemutilasi pacar saat ditangkap Intel Kodam II Sriwijaya. MI
Palembang: Terdakwa kasus pembunuhan dan mutilasi Prada Deri Permana dituntut hukuman penjara seumur hidup dan dipecat dari satuannya. Prada Deri dinililai terbukti membunuh dan memutilasi kekasihnya, Fera Oktaria.

Pada sidang keenam di Pengadilan Militer I-04 Palembang, Kamis, 22 Agustus 2019, Oditur Mayor Chk Darwin Butar Butar menuntut terdakwa Prada DP dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.      
"Meminta agar terdakwa dijatuhi hukuman pokok berupa penjara seumur hidup dan dipecat dari TNI AD," kata Oditur Mayor Chk Darwin Butar Butar saat membacakan tuntutan.    

Mendengar tuntutan tersebut, Prada DP menangis sambil berdiri di tengah sidang. Majelis Hakim Letkol Chk Khazim yang memimpin sidang meminta terdakwa mengucapkan ulang tuntutan tersebut.    

"Terdakwa mendengar apa tuntutannya? Coba ulangi," seru hakim. 

Baca: Oknum TNI Pelaku Mutilasi Ditangkap

Dengan sesenggukan terdakwa mengucapkan ulang semua tuntutan oditur meski harus beberapa kali ditegur hakim.    

Oditur menganggap terdakwa telah berniat membunuh korban, Fera Oktaria, lewat percakapan antara terdakwa dan temannya yang menyebut korban akan dibunuh jika ketahuan memiliki pacar lain.    

Kemudian terdakwa melarikan diri dari satuan TNI karena curiga korban sudah memiliki pacar lain sampai puncaknya terdakwa marah karena telpon pintar korban terkunci.    

Niat membunuh juga terbukti dari tindakan terdakwa yang berbohong dengan membawa korban ke penginapan, padahal terdakwa mengatakan ingin ke rumah bibinya.    

Terdakwa dianggap terbukti membunuh dan memutilasi tubuh korban meski gagal. Namun, tindakannya membeli koper dan menjual beberapa barang bukti dianggap sebagai kesengajaan menghilangkan jejak.    

Pada lima persidangan sebelumnya terdakwa juga terbukti sempat ingin membakar tubuh korban walau kembali gagal, kemudian terdakwa kabur meninggalkan jenazah korban di penginapan.    

"Terdakwa juga diminta tetap ditahan," ujar Ketua Majelis Hakim Letkol Chk Khazim.    

Terhadap tuntutan tersebut, terdakwa dan penasehat hukumnya mengajukan pledoi yang akan dibacakan pekan depan, Kamis, 29 Agustus 2019. 

(ALB)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id