Pengusaha di Sidoarjo Sepakat Berhenti Gunakan Sampah Plastik

    Syaikhul Hadi - 26 November 2019 17:54 WIB
    Pengusaha di Sidoarjo Sepakat Berhenti Gunakan Sampah Plastik
    Sejumlah pengusaha industri tahu menggelar deklarasi berhenti menggunakan sampah plastik sebagai bahan bakar industri di Sidoarjo, Selasa, 26 November 2019. Medcom.id/ Syaikhul Hadi
    Sidoarjo: Puluhan Industri Kecil Menengah (IKM) Tahu di kawasan Tropodo, Krian Sidoarjo, deklarasi tidak menggunakan sampah plastik sebagai bahan bakar produksi. Sebagai gantinya mereka akan menggunakan kayu palet dan gas.

    Ada enam point deklarasi yang disepakati antara pengusaha IKM Tahu, Disperindag Sidoarjo, Polresta Sidoarjo dan Bupati Sidoarjo.

    "Sebagai gantinya, kami akan memakai Wood pallet (kayu palet," kata Ketua Paguyuban yang mewakili Pengusaha Tahu, Komaruddin di Sidoarjo, Selasa, 26 November 2019.

    Komarudin dan rekan-rekannya mengakui jika penggunaan sampah plastik sebagai bahan bakar dilarang pemerintah.

    Sementara Kadisperindag Jawa Timur, Drajat Irawan, yang berada di lokasi mengatakan penggunaan kayu palet menjadi solusi yang tepat bagi pengusaha atau industri makanan.

    Usulan penggunaan kayu palet sebagai alternatif bahan bakar sempat disampaikan Bupati Saiful Ilah saat bertemu dengan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa beberapa waktu yang lalu.

    "Namun dalam penerapannya masih dirapatkan pemprov saat itu. Dikarenakan, pelaku usaha tahu di Sidoarjo meminta bantuan subsidi jika harus berganti dari sampah plastik sebagai bahan bakarnya," kata Drajat.

    Enam poin deklarasi tersebut yaitu tidak akan menggunakan plastik sebagai bahan bakar pembuatan tahu, sebagai gantinya akan menggunakan bahan bakar yang ramah lingkungan, tidak akan produksi yang berdampak pada pencemaran lingkungan, mentaati segala peraturan Undang-Undang yang berlaku, menjaga mutu dan kualitas tahu, dan mengurangi emisi gas buang pada produksi. 

    Sementara Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah, berharap agar para pengusaha mentaati hasil deklarasi yang sudah disepakati bersama. Meski demikian jika nantinya ditemukan penggunaan sampah plastik, maka akan diberi sanksi penutupan tempat usaha. 

    "Kapan dimulai penerapannya, kita rapatkan dulu dengan pemprov Jatim karena tadi ada permintaan subsidi harga wood pallet, yang jelas jika nanti sudah diterapkan dan masih ada yang pakai plastik maka pabriknya akan kita tutup," kata Saiful.



    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id