Kabut Asap Masih Menutupi Langit Palembang

    Antara - 25 Oktober 2019 10:28 WIB
    Kabut Asap Masih Menutupi Langit Palembang
    Sejumlah kendaraan melintas Jalan Gubernur Ahmad Bastari Palembang yang diselimuti kabut asap di Palembang, Sumatera Selatan, Rabu, 23 Oktober 2019. (Foto: ANTARA/Nova Wahyudi)
    Palembang: Kabut asap pekat masih menutupi langit Kota Palembang, Sumatera Selatan. Aktivitas masyarakat selama sepekan terakhir pun terganggu.

    "Malah asap sudah masuk ke dalam rumah, mata jadi perih. Saya heran juga, kenapa asap ini tidak hilang-hilang," kata Junaidi, pedagang buah di Pasar Perumnas, di Palembang, melansir Antara, Jumat, 25 Oktober 2019.

    Kabut asap di Kota Palembang membuat jarak pandang memendek dan kualitas udara menurun. Salah satu warga, Amelia, bahkan menyebut kabut asap belakangan ini cenderung sangat parah. 

    "Pekan lalu (sekolah) anak saya sudah diliburkan satu minggu penuh. Nah, beberapa hari ini belum ada instruksi baru. Anak-anak tetap sekolah meski masuknya diubah jadi pukul 08.00 WIB. Harusnya diliburkan lagi," ujar warga Kecamatan Sematang Borang, Palembang.

    Menurut data Dinas Kehutanan Sumatera Selatan pada Jumat, 25 Oktober 2019, ada 1.297 titik panas indikasi awal kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera Selatan. Titik panas tersebar di 15 kabupaten di Sumatera Selatan, paling banyak di Kabupaten Ogan Komering Ilir sebanyak 867 titik, disusul Musi Banyuasin 122 titik, dan Banyuasin 81 titik.

    Sementara itu, menurut prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, hujan baru turun di Sumatera Selatan pada awal November. Satuan Tugas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan terus berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan dalam dua pekan terakhir, termasuk mengerahkan helikopter untuk melakukan pengeboman air dan menambah personel pemadaman di darat.

    Penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan pun cukup sulit karena sebagian terjadi di lahan gambut. Kebakaran di lahan gambut sulit dipadamkan, ditambah lokasi kebakaran susah dijangkau.




    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id