Wakil Bupati OKU Tersangka Mark Up Tanah Kuburan Dibebaskan

    Gonti Hadi Wibowo - 12 Mei 2020 23:45 WIB
    Wakil Bupati OKU Tersangka Mark Up Tanah Kuburan Dibebaskan
    Penyidik saat membawa Wabup OKU Johan Anuar untuk dilakukan penahanan, pada 14 Januari 2020 lalu. (Medcom.id/Gonti Hadi Wibowo)
    Palembang: Wakil Bupati Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Johan Anuar, yang berstatus tersangka kasus korupsi mark up dana pengadaan lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) telah dibebaskan, Selasa, 12 Mei 2020.

    Johan sebelumnya ditahan di rutan Mapolda Sumsel sejak 14 Februari 2020 lalu atau terhitung sudah ditahan selama 120 hari.

    "Iya benar sudah dibebaskan demi hukum sesuai dengan Pasal 24 ayat (4) KUHAP. Artinya penyidik kehabisan waktu untuk melengkapi berkas perkara ke P21 selama 120 hari," kata Kuasa Hukum Johan Anuar, Titis Rachmawati.

    Baca: Wakil Bupati Oku Langsung Ditahan

    Titis mengatakan kasus yang menimpa kliennya tersebut dari awal terkesan memang dipaksakan dan mempunyai unsur politis. Pasalnya Johan pernah ditetapkan sebagai tersangka namun Johan memenangkan gugatan praperadilan atas termohon Polda Sumsel pada 2016.

    Saat ini pihaknya akan terus mengawal kasus ini dan meminta perlindungan hukum ke Mabes Polri dan Kompolnas. "Kami khawatir ada proses penekanan dan pemaksaan dalam kasus ini sehingga dipaksakan agar P21," jelas Titis.

    Titis menjelaskan untuk status hukum Johan Anuar sendiri saat ini masih tersangka dan namun berkas perkaranya belum final. Menurutnya kasus ini terkesan dipaksakan.

    "Seharusnya dari berita acara berlaku tanggal 12 Mei 2020. Tetapi ini dibebaskannya memilih malam hari sehingga klien kami nama baiknya dirusak," ungkapnya.

    Sementara Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Supriadi, membenarkan jika Johan Anuar telah dibebaskan. Hal itu dilakukan setelah penyidik melakukan perpanjangan penahanan ke pengadilan.

    "Iya bebasnya malam ini pukul 19.15 WIB tadi. Status Johan Anuar masih sebagai tersangka dan penyidik dalam waktu dekat akan segera melengkapi berkas P19 dan menlimpahkan kembali berkas perkara ke dua ke pengadilan hingga P21," kata Supriadi.

    Sebelumnya Johan Anuar ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi pengadaan lahan TPU di OKU yang bersumber dari APBD sebesar Rp 6,1 miliar. Setelah diaudit ditemukan kerugian negara sebesar Rp3,49 milliar.



    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id