Kerangka Paus Biru Akan Direkonstruksi

    Antara - 23 Juli 2020 20:27 WIB
    Kerangka Paus Biru Akan Direkonstruksi
    Kepala BKKPN Kupang Ikram Sangadji saat meninjau langsung proses penguburan paus biru di pesisir pantai Air Cina, Kabupaten Kupang, NTT. (Foto: ANTARA/BKKPN Kupang)
    Kupang: Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang, Nusa Tenggara Timur, menyatakan tulang dari paus biru atau Balaenoptera musculus, yang terdampar di pesisir Pantai Semau, akan direkonstruksi ulang. Kerangka satwa langka itu akan dipajang di Museum milik Pemerintah Provinsi NTT.

    "Sesuai arahan dari gubernur, beliau menginginkan agar tulang paus biru itu direkonstruksi sehingga bisa dipajang di museum Kota Kupang sebagai sejarah," kata Kepala BKKPN Kupang Ikram Sangadji, Kamis, 23 Juli 2020.

    Hal ini disampaikannya berkaitan dengan rencana rekonstruksi tulang dari paus biru yang baru terdampar dan mati di pesisir pantai Nunhila, Kota Kupang dan kemudian dikuburkan di pesisir pantai Air Cina pada pukul 14.00 wita waktu setempat.

    Menurut Ikram, rencana rekonstruksi tulang paus bertujuan agar kelak bisa menjadi pelajaran sejarah bagi siapa saja yang berkunjung ke museum.Tak cuma itu, rencana rekonstruksi juga untuk menunjukkan kepada orang bahwa NTT merupakan daerah berkarakteristik yang memiliki banyak keunggulan, khususnya di laut.

    "Namun membutuhkan waktu yang cukup lama yakni sekitar dua tahun. Itu sudah sangat cukup," ujar dia.

    Baca juga: Bangkai Paus Biru Ditemukan di Pesisir Pulau Semau

    Ikram menambahkan Kementerian Kelautan dan Perikanan pada tahun ini segera membangun gedung yang dinamakan Cetasean Center untuk menyimpan sejumlah kerangka hewan mamalia yang selama ini dikubur di beberapa pulau di NTT akibat terdampar dan mati.

    "Kita akan display semua kerangka paus dan lumba-lumba yang sudah kita kuburkan beberapa tahun sebelumnya. Hal ini untuk menunjukkan bahwa NTT adalah daerah berkarakteristik yang berbeda dengan daerah lainnya," ungkap Ikram.

    Untuk merekonstruksi tulang paus dan lumba-lumba itu, kata dia, pemprov akan bekerja sama dengan Museum Zoologi dari Fakultas Zoologi Universitas Gajah Mada (UGM).

    Hal ini karena pada 2019, UGM pernah melakukan rekonstruksi tulang lumba-lumba dan berhasil. Saat ini, kerangka satwa tersebut dipajang di kantor BKKPN Kupang di Tenau, Kota Kupang.

    Ia menambahkan, jika rencana itu direalisasikan, akan menjadi kebanggaan bagi pemerintah dan masyarakat NTT.

    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id