Tekad Kampung di Sleman Bebas dari Belenggu Covid-19

    Ahmad Mustaqim - 04 Juli 2020 17:21 WIB
    Tekad Kampung di Sleman Bebas dari Belenggu Covid-19
    Peresmian dan Penandatanganan Prasasti Gerakan Masyarakat Gugus Tugas Covid-19 di Dusun Jatisawit, Desa Balecatur, Kecamatan Gamping, Sabtu, 4 Juli 2020. Medcom.id/ Ahmad Mustaqim
    Sleman: Warga di Dusun Jatisawit, Desa Balecatur, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, bertekat menjadikan wilayahnya bebas dari covid-19. Mereka akan menggunakan sarana 'padasan', gentong terbuat dati tanah liat, untuk membersihkan tangan setiap warga.

    Kepala Dusun Jatisawit, Sariyo, mengatakan padasan akan dijadikan sarana perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Pihaknya akan memberikan setiap rumah satu padasan. Padasan bisa diisi air dan dipakai untuk membersihkan tangan disertai dengan sabun.

    "PHBS ini sudah diperhatikan, tapi masih sangat kurang. Kami minta PHBS ini menjadi hal utama," kata Sariyo dalam acara Peresmian dan Penandatanganan Prasasti Gerakan Masyarakat Gugus Tugas Covid-19 di Dusun Jatisawit, Desa Balecatur, Kecamatan Gamping, Sabtu, 4 Juli 2020.

    Baca: 69 Pasien Covid-19 di Purworejo Sembuh

    Sariyo mengungkapkan setiap warga akan diberikan satu padasan untuk pasang di teras rumah. Padasan akan diberikan gratis kepada sekitar 1.700 kepala keluarga (KK). Padasan itu dibeli dari perajin lokal di Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul.

    "Ini nanti yang memungkinkan saja karena kan ada warga yang tidak punya tempat. Biayanya dari penggalangan dana dari RT. Kami baru adakan 100 padasan," ungkapnya.

    Menurut Sariyo sempat ada lima warganya yang terjangkit covid-19. Ia bersyukur lima orang itu telah sembuh. Pihaknya ingin sarana itu menjadikan warga peduli dengan kebersihan diri dan lingkungan.

    Bupati Bantul, Sri Purnomo, menambahkan keputusan warga itu menjadi langkah pelestarian kearifan lokal. Pihak mendukung upaya itu sebagai bagian kepedulian dan dukungan warga untuk menghentikan laju penyebaran covid-19.

    "Saya nilai ini hal positif, mereka membeli produk-produk UMKM yang selama ini mereka jarang pikirkan. Dengan dibelikan satu rumah satu padasan, (produk UMKM) mereka kan jadi laku. Mudah-mudahan di tempat lain mengikuti inspitrasi di padukuhan ini," ujarnya.


     

    (DEN)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id