846 Narapidana di Sulteng Mendapatkan Asimilasi

    Antara - 19 Mei 2020 15:14 WIB
    846 Narapidana di Sulteng Mendapatkan Asimilasi
    Ilustrasi. (Foto: Medcom.id)
    Palu: Sebanyak 846 orang narapidana di lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan di wilayah Sulawesi Tengah, dibebaskan melalui program asimilasi.

    Kepala Kantor wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sulawesi Tengah, Lilik Sujandi, mengatakan, narapidana yang mendapat asimilasi itu dalam upaya pencegahan penyebaran covid-19.

    "846 narapidana yang mendapat asimilasi adalah narapidana dari beragam kasus tindak pidana, namun mereka yang telah memenuhi syarat untuk mendapat asimilasi," ujarnya, melansir Antara, Selasa, 19 Mei 2020.

    Menurut Lilik, salah satu persyaratan narapidana mendapatkan asimilasi yang telah menjalani setengah sisa pidana. "Syarat asimilasi itu sudah menjalani separuh atau separuh dari sisa pidana, bukan hukuman, bukan dari lama hukumannya, tetapi sisa pidana yang dibagi," ujarnya.

    Baca juga: 109 Mantan Narapidana Asimilasi Berulah

    Ia mengatakan, narapidana yang tidak masuk asimilasi adalah narapidana kasus korupsi, kasus terorisme, dan kasus narkoba yang berkaitan dengan bandar narkoba.

    "Tentunya dalam rangka mencegah terjadinya pengulangan tindak pidana di masyarakat kita membutuhkan peran kepolisian, baik dalam pembinaan, pengawasan ataupun penyelidikan," kata Lilik.

    "Kepolisian yang memiliki kemampuan sampai di desa-desa melalui personelnya yang ditugaskan di desa-desa untuk bisa melakukan pengawasan terhadap narapidana yang diasimilasi," pungkasnya.



    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id