Pengiriman Tanaman Hias di Tanjungpinang Meningkat 100%

    Antara - 11 November 2020 15:47 WIB
    Pengiriman Tanaman Hias di Tanjungpinang Meningkat 100%
    Petugas Balai Karantina Pertanian Tanjungpinang memeriksa tanaman hias yang akan dikirim ke luar daerah. (ANTARA/HO)
    Tanjungpinang: Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Tanjungpinang, Kepulauan Riau, mencatat volume pengiriman tanaman hias melalui Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) meningkat 100 persen saat pandemi covid-19.

    Mayoritas masyarakat pekerja yang terdampak covid-19 seperti PHK atau dirumahkan sudah mulai banyak menekuni hobi menanam atau mengoleksi tanaman hias karena memiliki nilai ekonomis menjanjikan.

    "Sejak bulan September hingga November 2020, belum ada penurunan. Bahkan sebelumnya warga tidak suka tanaman hias, sekarang malah menjualnya," kata Kepala BKP Kelas II Tanjungpinang, Raden Nurcahyo Nugroho, Rabu, 11 November 2020.

    Baca: HUT ke-9 NasDem di Jepara Ditandai Khatam Alquran

    Dia menjelaskan masyarakat juga sudah sejak lama menanam tanaman hias, tapi tidak menjualnya. Baru setelah pandemi ini mereka melakukan jual beli karena permintaan pasar cukup tinggi.

    "Tanaman hias oleh warga biasanya mengembangbiakkan selama tiga bulan pertama. Setelah 8 bulan hingga 10 bulan baru dijual," jelasnya.

    Raden mengatakan beraneka ragam tanaman hias dari Tanjungpinang, misalnya bunga calathea, agronema, alocasia, monstera atau janda bolong, dijual ke berbagai daerah hingga ke Makassar dan Papua.

    "Kalau harga tergantung jenis tanamannya. Biasanya mencapai ratusan ribu rupiah per tanaman," ungkapnya.

    Raden menjamin tanaman hias yang dikirim tersebut sudah melalui pemeriksaan sekaligus mendapatkan sertifikat kesehatan tumbuhan.
    Pihaknya pun memastikan pelayanan penerbitan sertifikat di kantor Karantina Pertanian Tanjungpinang sangat mudah dan sesuai SOP layanan di tengah pandemi covid-19.

    "Sampai saat ini dalam sehari kami menerbitkan rata-rata 20 sertifikat kepada pengguna jasa layanan Karantina Pertanian Tanjungpinang," ujar Raden.

    Sementara itu seorang warga pecinta tanaman hias di Tanjungpinang, Miftahul Awali, mengatakan awalnya hanya iseng mengunggah foto-foto koleksi bunga hias di rumahnya ke media sosial.

    Namun tanpa diduga ternyata banyak warganet yang tertarik untuk membeli. Sekitar sepekan yang lalu tanaman hias Calathea milik Miftahul dibeli warga Kota Tangerang seharga Rp350 ribu dan dikirim melalui jasa ekspedisi.

    "Alhamdulillah, ternyata tanaman hias memiliki prospek bisnis yang bagus, cocok untuk menambah penghasilan saat pandemi ini," ungkap Miftahul.

    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id