Cilacap dan Banyumas Tunggu Teknis PSBB Jawa-Bali

    Antara - 07 Januari 2021 13:30 WIB
    Cilacap dan Banyumas Tunggu Teknis PSBB Jawa-Bali
    ilustrasi Medcom.id
    Cilacap: Pemerintah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, segera membahas persiapan pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Jawa-Bali. Pelaksanaan PSBB untuk menekan penyebaran covid-19 di wilayah itu.

    "Yang pertama, kami menunggu surat resmi dari pemerintah pusat (terkait dengan PSBB) kan belum ada. Yang kedua, hari ini akan kami rapatkan dengan OPD (organisasi perangkat daerah) terkait," kata Sekretaris Daerah Cilacap Farid Ma'ruf, melansir Antara, Kamis, 7 Januari 2021.

    Dia mengungkap, rapat bersama OPD terkait akan digelar pada Kamis siang, 7 Januari 2021. Rapat ditujukan untuk mengantisipasi pelaksanaan PSBB di Kabupaten Cilacap.

    Selain dengan OPD terkait, kata dia, Pemkab Cilacap juga akan menggelar rapat persiapan pelaksanaan PSBB bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kabupaten Cilacap dan seluruh pemerintah kecamatan. Rapat tersebut akan dilakukan pada Jumat siang, 8 Januari 2021.

    "Belum (teknis PSBB), karena baru akan kami rapatkan siang ini bersama OPD terkait, dan besok bersama Forkompimda," tegasnya.

    Baca: Sleman Dukung PSBB Jawa-Bali

    Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Banyumas  segera menindaklanjuti kebijakan PSBB Jawa Bali pada 11-25 Januari 2021. Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan teknis pelaksanaan PSBB akan dirapatkan lebih lanjut bersama Forkompimda dan instansi terkait lainnya.

    "Detailnya hari Sabtu, 9 Januari saya rapatkan," katanya.

    Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, pengetatan yang dimaksud itu bisa disebut pembatasan sosial berskala besar (PSBB) atau pembatasan kegiatan masyarakat yang tidak dilakukan pada satu wilayah pemerintahan. Melainkan pada daerah-daerah yang menjadi perhatian khusus atau zona merah terkait jumlah COVID-19.

    "Kalau di Jateng misalnya Semarang Raya, Solo Raya dan saya usulkan Banyumas Raya. Tiga ini yang menjadi perhatian, khususnya Semarang Raya dan Solo Raya yang kasusnya melonjak," katanya.

    Dalam hal ini, wilayah Banyumas Raya meliputi Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara.

    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id