Pengedar 2,5 Juta Pil Koplo via Ekspedisi Kereta Api Dibekuk

    Daviq Umar Al Faruq - 12 Januari 2021 13:41 WIB
    Pengedar 2,5 Juta Pil Koplo via Ekspedisi Kereta Api Dibekuk
    Konferensi pers penyalahgunaan obat-obatan jenis pil double L atau pil koplo, Selasa 12 Januari 2021. (Foto: Medcom.id/Daviq Umar)
    Malang: Polresta Malang Kota, Jawa Timur, menangkap dua tersangka penyalahgunaan obat-obatan jenis pil dobel L alias pil koplo. Kedua tersangka yakni AAS, 32, dan DTR, 26, warga Sukun, Kota Malang.

    Kapolresta Malang Kota, Kombes Leonardus Simarmata, mengatakan polisi lebih dulu menangkap DTR pada 6 Januari 2021 pukul 12.30 WIB. Dari penangkapan tersebut, petugas menyita barang bukti berupa 2.000 butir pil koplo yang dikemas dalam dua botol.

    "Berdasarkan pengembangan DTR mendapat barang dari tersangka AAS dan kami berhasil menangkap tersangka AAS pada 8 Januari 2021 pukul 23.00 WIB," katanya, Selasa, 12 Januari 2021.

    Tersangka AAS ditangkap di kawasan Pakis, Kabupaten Malang. Dari penangkapan tersebut, polisi menyita barang bukti berupa 75.000 butir pil koplo yang dikemas dalam 75 botol dan 117.000 butir pil koplo yang dikemas dalam 117 buah plastik.

    Selanjutnya, polisi kembali melakukan pengembangan dan menemukan gudang penyimpanan pil koplo milik AAS di kawasan Lowokwaru, Kota Malang. Di sana polisi menyita barang bukti berupa 23 kardus yang masing-masing kardus berisi 100.000 butir pil koplo.

    Baca juga: Satu Pemancing yang Tenggelam di Sumenep Ditemukan Tewas

    "Kardus tersebut ada yang dari kotak kayu dan wrapping kertas plastik dan hitam. Barang ini berasal dari Jakarta dikirim menggunakan ekspedisi kereta api," jelasnya.

    Sehingga total pil koplo yang didapat dari DTR sebanyak dua ribu butir dan dari AAS sebanyak 2.492.000 butir. Total keseluruhannya mencapai 2.567.000 pil koplo. Tersangka AAS mengaku mendapat barang haram tersebut dari tersangka A di Jakarta.

    "DTR dan AAS sudah saling mengenal selama dua tahun. DTR mengaku membeli dan menjual pil itu untuk tambahan ekonomi. Para tersangka ini belum pernah dihukum sebelumnya," terangnya.

    Atas perbuatannya, DTR dan AAS bakal dikenakan pasal 197 atau pasal 196 Undang-Undang RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan. Keduanya diancam hukuman maksimal 15 tahun pidana.

    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id