Kasus DBD di Mataram Mencapai 630 Kasus

    Antara - 15 Oktober 2020 15:15 WIB
    Kasus DBD di Mataram Mencapai 630 Kasus
    Ilustrasi. Medcom.id
    Mataram: Dinas Kesehatan Kota Mataram menyebutkan kasus demam berdarah dengue (DBD) di kota itu terus meningkat. Hingga kini angka kasus mencapai 630 orang, dua di antaranya meninggal.

    "Sebanyak 630 kasus DBD tersebut adalah angka kumulasi sejak Januari 2020 sampai akhir September 2020, dan itu khusus untuk mereka dinyatakan positif DBD berdasarkan hasil uji labolatorium," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, Usman Hadi, di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis, 15 Oktober 2020.

    Dia melanjutkan, 630 kasus itu tidak termasuk suspek dan menyerupai sebanyak 251 orang. Ia mengakui, kasus DBD Tahun 2020 meningkat ketimbang tahun sebelumnya, termasuk angka kematian pada 2019 hanya satu orang.

    "Meskipun angka kematian tahun ini mencapai dua orang, namun DBD di Mataram belum termasuk kasus luar biasa (KLB)," imbuhnya.

    Baca: 108 Warga Mukomuko Positif DBD Sepanjang 2020

    Usman menilai, dua anak yang meninggal karena DBD karena telat ditangani. Selain itu, lantaran adanya penyakit bawaan lahir.

    "Pasien yang telat ditangani ini, karena anak tersebut telat dibawa ke fasilitas kesehatan dengan alasan takut covid-19," ujarnya.

    Dia mengungkap, tingginya kasus DBD salah satunya dipicu karena kegiatan sosialisasi terhadap pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan pemantauan jentik nyamuk oleh para kader tidak dapat dilaksanakan.

    "Selama lockdown pandemi covid-19, sebagian besar kader tidak berani keluar rumah," jelasnya.

    Baca: Kasus DBD di Pekanbaru Mencapai 464

    Sedangkan untuk kegiatan pengasapan (fogging), fokus pada kelurahan yang warganya positif terjangkit DBD. Pengasapan tetap dilaksanakan setiap hari jika tidak hujan.

    "Kalau pengasapan hanya mampu membunuh nyamuk dewasa, sedangkan jentiknya akan tetap berkembang biak. Karena itu PSN harus terus digencarkan," ujarnya.

    Usman berharap peran serta kepala keluarga agar memiliki satu keluarga satu juru pemantau jentik (jumatik). Selain itu, warga diminta ,emerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

    "Ini sangat penting dalam upaya menekan kasus DBD di kota ini," tukasnya.

    (LDS)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id