33 Lokalisasi Prostitusi Masih Beroperasi di Indonesia

    Budi Ismanto - 19 September 2016 08:29 WIB
    33 Lokalisasi Prostitusi Masih Beroperasi di Indonesia
    Warga tolak lokalisasi prostitusi. Foto: Antara/Prasetia Fauzani
    medcom.id, Jakarta: Sebanyak 33 lolalisasi prostitusi diketahui belum ditutup dan tersebar di Indonesia. Selain meresahkan, lokalisasi itu mengganggu tumbuh kembang dan pergaulan anak. Penutupan seluruh lokalisasi ditargetkan selesai pada 2019.
     
    Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, dari 160 lebih lokalisasi pada 2014, kini tinggal 33 lokalisasi yang belum ditutup.
     
    "Dengan ditutupnya tiga lokalisasi di Banjarbaru maka secara nasional tinggal 33," kata Mensos saat menghadiri deklarasi penutupan lokalisasi di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
     
    Khofifah mengatakan, penutupan lokalisasi bukan pekerjaan mudah dan membutuhkan kerja sama banyak pihak karena persoalannya kompleks, termasuk pascapenutupan.
     
    Dijelaskan dia, penolakan dan penutupan lokalisasi maupun tempat praktik prostitusi merupakan kebijakan kepala daerah, dan Kemensos memberi dukungan atas sikap tersebut.
     
    "Penutupan merupakan kebijakan kepala daerah dan begitu ada usulan kami langsung merespon usul tersebut, karena sesuai program Kemensos untuk menghilangkan lokalisasi," ucap Khofifah.
     


    Menurut dia, data yang dihimpun Kemensos dari dinas sosial kabupaten dan kota di seluruh Indonesia terdapat 163 titik lokalisasi dan tempat prostitusi yang tersebar di berbagai daerah.
     
    Data terakhir dari koordinasi dengan pemerintah daerah terjadi pengurangan hingga tersisa 99 titik pada Mei 2016 dan awal Juni berkurang lagi 22 titik di Provinsi Kalimantan Timur.
     
    "Jumlah lokalisasi terus berkurang seiring kebijakan kepala daerah menutup tempat maksiat itu, termasuk di Kota Banjarbaru yang akan ditutup sebanyak tiga titik," ujar Khofifah.
     
    Kementerian Sosial sendiri memberikan bantuan kepada eks pekerja seks komersial sebesar Rp5.050.000 dengan rincian Rp3 juta untuk usaha ekonomi produktif, Rp1,8 juta untuk jaminan hidup, dan Rp250 ribu untuk transportasi lokal. Bantuan diberikan selama enam bulan.
     
    Sementara itu, Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Andhani menjelaskan tiga lokalisasi yang ditutup adalah di Pebatuan di Jalan Kenanga, KM 18, dan Batu Besi.

     



    (FZN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id