comscore

14.395 Narapidana di Jatim Diusulkan Terima Remisi Lebaran 2022

Antara - 17 April 2022 21:19 WIB
14.395 Narapidana di Jatim Diusulkan Terima Remisi Lebaran 2022
ilustrasi/Medcom.id
Jatim: Sebanyak 14.395 warga binaan pemasyarakatan (WBP) di seluruh Jawa Timur diusulkan mendapat remisi khusus Idulfitri 2022. Kantor wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jatim sedang menunggu surat keputusan dari Ditjen Pemasyarakatan terkait remisi tersebut.

Plt Kakanwil Kemenkumham Jatim Wisnu Nugroho Dewanto mengatakan usulan itu menindaklanjuti Surat Edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor 354 pada 8 Maret 2022.
"WBP yang diusulkan mendapatkan remisi hanya yang berstatus narapidana saja. Mereka tersebar di 39 lapas, rutan dan LPKA di seluruh Jatim," kata Wisnu, Minggu, 17 April 2022.

Ia mengatakan tiga lapas kelas I yang ada di Jatim masih menjadi pengusul terbanyak, yakni Lapas I Malang dengan total 1.800 WBP.

"Disusul Lapas I Surabaya dengan 1.646 orang. Dan di urutan ketiga adalah Lapas I Madiun yang mengusulkan 718 WBP. Saat ini jumlah WBP di Jatim ada 28.069 orang, 22.373 orang di antaranya sudah berstatus narapidana," ujarnya.

Ia mengatakan saat ini ada 64 persen WBP berstatus narapidana yang diusulkan memperoleh remisi. Selain itu, narapidana yang diusulkan mendapatkan remisi hanya yang beragama Islam.

"Besarannya pun variatif. Paling sedikit 15 hari, paling banyak dua bulan," kata Wisnu.

Baca: Kemenkumham Antisipasi Napi Kabur saat Libur Lebaran

Wisnu menyampaikan dalam pengusulan remisi khusus Idulfitri kali ini, terdapat 35 WBP yang terjerat kasus korupsi yang juga berhak mendapatkan remisi. Namun, mereka terganjal dengan aturan yang ada.

"Ada 282 WBP kasus korupsi yang tidak bisa menerima remisi karena tidak membayar pidana denda atau sedang menjalani masa hukuman subsider," ucapnya.

Selain itu, ada 10 WBP kasus terorisme yang mendapatkan remisi. Salah satu yang paling sering mendapatkan remisi adalah Hisyam alias Umar Patek.

Ini tahun kelima Umat Patek mendapatkan remisi. Pria yang dijerat hukuman 20 tahun itu diusulkan mendapatkan remisi 1 bulan 15 hari.

"Ada 26 WBP kasus terorisme yang belum bisa mendapatkan remisi dengan berbagai alasan seperti belum berikrar NKRI, tidak mengikuti program deradikalisasi hingga pidana seumur hidup," kata Wisnu.

(NUR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id