comscore

Mabuk dan Takut Istri, Ojol Ngaku Jadi Korban Kriminal Jalanan

Ahmad Mustaqim - 16 April 2022 16:35 WIB
Mabuk dan Takut Istri, Ojol Ngaku Jadi Korban Kriminal Jalanan
Seorang driver ojol makanan di Yogyakarta yang mengaku menjadi korban kejahatan jalanan, AK saat ditanyai aparat kepolisian. Medcom.id/Mustaqim
Yogyakarta: Media sosial di Yogyakarta dihebohkan oleh pengakuan pengemudi ojek daring (ojol) yang menjadi korban kriminalitas jalanan. Yang bersangkutan mengaku dipopor kunci inggris oleh sekelompok orang.

"Saya jadi korban kejahatan di jalan dipukuli hingga lebam," kata AK, si pengemudi ojek, Sabtu, 16 April 2022.
AK menuturkan terduga pelaku sebanyak 8 orang mengendarai 4 sepeda motor. Kala itu ia tengah menerima pesanan makanan di kawasan selatan pingit Kecamatan Jetis, Kota Yogyakarta, pada 12 April 2022. 

Atas kejadian itu, ia pun bercerita ke sesama ojol dan sang istri, M. Pengakuan AK pun viral di media sosial lantaran menyertakan foto wajahnya yang bonyok.

"Tapi saya minta tidak usah lapor ke polisi. Biar gusti allah yang membalas," ucapnya.

Baca juga: Ratusan Ojol di Surabaya Demo Tuntut Tarif Batas Bawah

Namun belakangan terungkap, AK mengarang cerita tersebut. Polisi yang mengetahui kasus viral itu kemudian melakukan penyelidikan tanpa aduan. 

"Kami datangi tempat kejadian perkara dan meminta keterangan saksi termasuk perangkat desa setempat," ujar Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda DIY, Komisaris Besar Ade Ary Syam Indradi.

Usai penyelidikan, polisi merasa janggal atas pengakuan AK sebab pada malam kejadian tidak ada peristiwa penganiayaan. Juga, kala itu sejumlah petugas melakukan patroli rutin dan tak ada peristiwa yang mencolok.

"Lalu setelah kami dalami, AK kami ajak pra-rekonstruksi," sambung Ade.

Mabuk dan Takut Istri, Ojol Ngaku Jadi Korban Kriminal Jalanan
Seorang driver ojol yang mengaku jadi korban kejahatan jalanan. Foto: istimewa

Menurut Ade, selama proses rekonstruksi AK bersikukuh bahwa dirinya korban kekerasan jalanan. Namun pada akhirnya AK mengaku bahwa pengakuannya hanya peristiwa fiksi.

Fakta yang terjadi, AK pada malam kejadian mengonsumsi minuman beralkohol bersama sejumlah kawan. Dalam kondisi mabuk, terjadi insiden pemukulan hingga mengakibatkan wajah AK lebam. Atas peristiwa itu, AK takut diomeli istri sehingga mengarang cerita menjadi korban kriminalitas jalanan.

"Motif AK mengarang cerita itu dia takut dimarahi istri, dianggap tak bekerja, hanya main-main. Faktanya (AK) hanya minum-minum, mengonsumsi miras," terang Indradi.


(MEL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id