comscore

Usai Banjir dan Longsor, BPBD Kulon Progo Usulkan Status Tanggap Darurat

Ahmad Mustaqim - 21 Mei 2022 16:36 WIB
Usai Banjir dan Longsor, BPBD Kulon Progo Usulkan Status Tanggap Darurat
Penangan dampak longsor di Desa Kalirejo, Kecamatan Kokap, Kulon Progo. Foto: Dokumentasi BPBD Kulon Progo
Kulon Progo: Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo
Joko Satyo Agus Nahrowi mengatakan telah memproses pengajuan status tanggap darurat atas serangkaian bencana alam yang terjadi beberapa waktu lalu. Pengajuan status tanggap darurat itu didasarkan pada proses penanganan dampak bencana, biaya, hingga waktu.

"Kami berupaya menerbitkan SK bupati (untuk penetapan status) tanggap darurat agar bisa memakai dana BTT (belanja tak terduga) dan masa tanggap darurat berlangsung 14 hari. Posisi surat, sudah kami serahkan ke ajudan sekda jumat siang," ujar Joko dihubungi, Sabtu, 21 Mei 2022.
Joko mengatakan surat tersebut belum dapat persetujuan karena posisi kepala daerah dalam masa transisi ke pelaksana tugas. Menurut dia, kondisi itu tidak menjadi persoalan dan proses akan tetap berjalan.

"Kami terus pantau karena sedang (persiapan) pisah-sambut bupati. Kami berharap bisa diterbitkan sebelum pisah-sambut. Secara hukum bisa ditandatangani tanggal berapa pun karena berlaku surut dari kemarin," ujarnya.

Joko mengatakan bencana alam terjadi di Kecamatan Kokap, Girimulyo, dan Kalibawan, membutuhkan proses dalam penanganannya. Misalnya, dampak banjir dan longsor di Desa Kalirejo, Kecamatan Kokap, saat ini dalam penanganan pembersihan material longsoran.

Baca: Bahaya! Warga Dilarang Medekat Gunung Awu dalam Radius 3,5 Km

"Pembersihkan itu dilakukan dengan dua alat berat. Satu alat berat dibantu BBWS dan satu alat berat dari kami. Pembuangan material longsoran harus memakai dump truck yang dibiayai pemda. Sampai sore ini belum ada laporan sudah berapa persen yang sudah tertangani," kata Joko.

Ia menyatakan lokasi bencana itu tidak jauh dari lokasi yang terjadi sekitar satu atau dua bulan lalu. Ia mengatakan warga sudah lelah apabila harus menangani secara manual. Di sisi lain, sebanyak 6 KK masih mengungsi saat malam hari dalam situasi gerimis atau hujan.

"Untuk longsor di (Desa) Kalirejo ini memang tak sebesar bulan lalu. Tapi untuk menangani ini memang butuh proses. Sudah ada asesmen dari TRC (tim reaksi cepat) BPBD tapi hasilnya belum kami terima," ujarnya.

Menurutnya, longsor yang terjadi di area Kecamatan Girimulyo juga telah tertangani. Namun, pembangunan ulang perlu dikoordinasikan dengan lintas instansi.

Selain itu, bencana alam yang terjadi di Kecamatan Kalibawang telah tertangani dan BPBD setempat telah mendistribusikan logistik untuk keperluan kerja bakti.

(NUR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id