Restorative Justice, Kejaksaan Jombang Bebaskan Dua Pelaku Tindak Pidana

    Amir Zakky - 27 Oktober 2020 21:29 WIB
    Restorative Justice, Kejaksaan Jombang Bebaskan Dua Pelaku Tindak Pidana
    Kepala Kejaksaan Negeri Jombang, Yulius Sigit Kristanto, saat dikonfirmasi, Selasa, 27 Oktober 2020. Metro tv/ Amir Zakky
    Jombang; Kejaksaan Negeri Jombang membebaskan dua tersangka tindak pidana melalui restorative justice atau peradilan melalui jalan damai tanpa harus melalui peradilan. Pembebasan dilakukan setelah pelapor menyatakan mengampuni seluruh perbuatan tersangka.

    "Hari ini Kejaksaan Negeri Jombang melakukan proses restorative justice, di mana ini adalah amanat dari pimpinan dan sesuai dengan undang-undang. Ini merupakan proses mediasi penyelesaian perkara di luar pengadilan," kata Kepala Kejaksaan Negeri Jombang, Yulius Sigit Kristanto, saat dikonfirmasi, Selasa, 27 Oktober 2020.

    Baca: Komunitas Tari di Karawang Jadi Klaster Covid-19

    Sigit menjelaskan dua tahanan yang dibebaskan itu yakni M Fathur Rozak, 29, warga asal Desa/Kecamatan Jogoroto, Jombang dan Aris Setiawan, 24, warga Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Jombang. Keduanya sudah menjalani massa hukuman selama tiga bulan dalam kasus pencurian handphone.

    Surat pembebasan itu diteken oleh Kajari Jombang melalui Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan Nomor: 1912/M.5.25/E.oh.2/10/2020.

    "RJ bisa dilakukan terhadap pelaku tindak pidana yang bukan masuk kategori pidana kasus korupsi, asusila, narkoba, teroris, lingkungan hidup dan kehutanan," jelas Sigit.

    Sigit menjelaskan penghentian penuntutan pada kedua tesangka sudah sesuai keadilan restoratif. Yakni tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana, tindak pidana hanya diancam dengan pidana denda atau diancam dengan tindak pidana penjara tidak lebih dari 5 tahun.  Sementara tindak pidana yang dilakukan nilai barang bukti atau nilai kerugian yang ditimbulkan tidak lebih dari Rp 2,5 juta.

    "Tapi syarat utamanya adalah ada perdamaian dari pihak keluarga dengan tersangka. Korbannya sudah memaafkan. Karena ini kebetulan pelaku masih tetangga korban. Jadi lebih mengedepankan kerukunan antar keluarga," ujar Sigit.

    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id