Belajar Tatap Muka di Solo Tak Terpengaruh Klaster Baru Ponpes

    Triawati Prihatsari - 31 Maret 2021 18:05 WIB
    Belajar Tatap Muka di Solo Tak Terpengaruh Klaster Baru Ponpes
    ilustrasi Medcom.id



    Solo: Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, tetap akan melanjutkan rencana penerapan belajar tatap muka mulai Juli 2021. Meskipun diketahui muncul klaster baru covid-19 di lingkungan Pondok Pesantren di Kelurahan Kauman, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo.

    "Ponpes kan lingkupnya ya ponpes itu. Tapi untuk klaster itu sudah bisa langsung dikunci, santri yang positif semua sudah dikirim ke Asrama Haji Donohudan, Boyolali untuk dikarantina," kata Gibran di Solo, Rabu, 31 Maret 2021.






    Baca: Satu Terduga Teroris Kembali Ditangkap di Makassar

    Gibran mengakui tidak akan menghentikan atau mengevaluasi rencana belajar tatap muka yang akan mulai Juli 2021. Rencana tersebut tetap berjalan dan persiapan sudah dilakukan secara maksimal.

    Selain itu dia juga sudah menyiapkan sanksi bagi guru yang melanggar protokol kesehatan (Prokes) saat proses belajar mengajar. Pasalnya dia mendapati sejumlah guru di beberapa sekolah yang tidak memakai masker saat uji coba belajar tatap muka.

    "Optimistis, belajar tatap muka tetap jalan. Sanksi juga sudah disiapkan untuk guru yang melanggar prokes. Sanksinya nanti disesuaikan dengan jenis pelanggarannya," ungkapnya.

    Sementara sebanyak 36 santri putri dan seorang pengajar dari Pondok Pesantren di Kelurahan Kauman, Pasar Kliwon Solo terkonfirmasi positif covid-19, Rabu, 31 Maret 2021.

    Seluruh santri dan seorang pengajar positif covid-19 tersebut saat ini menjalani isolasi di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah karena masuk kategori orang tanpa gejala (OTG).

    "Awalnya diketahui seorang pengajar, positif. Kemudian dilakukan tracing dan diswab semua kontak erat dan dekat. Swab pertama diperoleh hasil 18 santri positif. Kemudian disusul tes swab gelombang II, 18 santri lagi positif. Jadi total 36 ditambah dengan pengajar menjadi 37 orang dari ponpes," beber Lurah Kauman, Nur Salim.

    Saat ini santri lain yang negatif menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing. Mayoritas santri diketahui bukan warga Kota Solo.

    "Siswanya memang rata-rata bukan warga Solo. Jadi yang negatif sudah dijemput keluarganya masing-masing untuk isolasi mandiri. Sedangkan yang positif, nanti kalau sudah dinyatakan negatif dikondisikan juga untuk dijemput keluarganya untuk pulang. Sementara ponpes ditutup dulu," katanya.

    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id