Mendagri Minta Kepala Daerah di Sulteng Perbaiki Pengelolaan Data Covid-19

    Antara - 25 September 2021 18:30 WIB
    Mendagri Minta Kepala Daerah di Sulteng Perbaiki Pengelolaan Data Covid-19
    Mendagri Tito Karnavian memberi keterangan dalam konfrensi pers di Kantor Gubernur Sulteng di Palu, Jumat (25/9/2021) ANTARA/Muhammad Hajiji



    Palu: Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta pemerintah daerah di Sulawesi Tengah memperbaiki pengelolaan data penanganan covid-19. Sehingga kata dia bisa dilakukan secara optimal.

    "Saya juga menyampaikan beberapa hal mengenai pendataan beberapa daerah lain ada yang kurang pas, sehingga data yang masuk salah," ungkap Tito Karnavian saat melakukan kunjungan kerja di Kota Palu, 25 Septemer 2021.

     



    Kata Tito Karnavian, ada beberapa daerah yang salah memasukkan kondisi dan situasi covid-19. Akibatnya penentuan level untuk pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) pun salah.

    "Saya tahu misalnya di Kota Poso, jumlah kasusnya mungkin tidak terlalu banyak tapi positif rate-nya jadi tinggi, angka kasusnya tinggi. Saya ada PCR-nya nggak, nggak ada PCR di sana. Jadi jumlah testingnya rendah, kalau yang ditesnya 10 orang yang positifnya lima, positif ratenya disebut 50 persen. Kalau 50 persen, di matanya pusat ini bahaya, penduduknya 50 persen positif semua, maka harus level empat," ungkapnya.

    Belum lagi, kata Tito menyangkut dengan data yang dimasukan. Beberapa daerah memasukkan data beberapa pekan lalu.

    "Beberapa daerah datanya yang masuk harusnya minggu itu juga, karena menentukan level PPKM berdasarkan data pekan/minggu itu juga. Jangan data yang sudah tiga empat minggu berlalu dimasukkan," sebutnya.

    "Kalau sudah 21 hari ya kemungkinannya cuman ada dua, sembuh atau wafat. Maka data-data perlu dibersihkan yang lewat 21 hari dan dilaporkan sebagai data kasus," imbuhnya.

    Tito menegaskan data untuk pelaporan dalam rangka untuk pengambilan kebijakan, maka datanya harus yang ril di minggu itu. Tito meminta dalam penanganan penularan covid-19 di wilayah Sulteng, perlu diprioritaskan di wilayah padat permukiman penduduk seperti di Kota Palu, Luwuk Banggai, Donggala, Tolitoli dan Poso.

    Tito juga meminta agar pemerintah daerah menggenjot vaksinasi di masing-masing daerah untuk membangun kekebalan tubuh masyarakat.

    "Kepala Dinas Kesehatan agar menganalisis, kasus pasien COVID-19 yang meninggal dunia terjadi di daerah mana yang paling banyak, kelompok usianya seperti apa, maka program vaksinasi prioritaskan pada mereka, agar angka kematian menurun," sebutnya.

    (WHS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id