comscore

Angka Covid-19 Meroket, Banyuwangi Fungsikan Kembali Tempat Isolasi Terpusat

Amaluddin - 26 Juni 2021 15:41 WIB
Angka Covid-19 Meroket, Banyuwangi Fungsikan Kembali Tempat Isolasi Terpusat
Ilustrasi -- Ruang perawatan pasien positif COVID-19 di Pusat Isolasi COVID-19 Kota Bogor di Pusdiklat BPKP Ciawi Bogor (ANTARA/HO-Pemkot Bogor)
Banyuwangi: Satgas Penanganan Covid-19 Banyuwangi, Jawa Timur, kembali membuka tempat isolasi terpusat bagi pasien covid-19 tanpa gejala. Ini dilakukan seiring dengan meningkatnya kasus aktif di Kabupaten Banyuwangi.

Pemkab Banyuwangi menyediakan Gedung Pendidikan dan Pelatihan Aparatur Sipil Negara (Diklat ASN) bagi para pasien tanpa gejala klinis (OTG) yang akan menjalani masa isolasi mandiri. Pihak kecamtan dan desa juga tengah menyiapkan lokasi isolasi mandiri. 
"Ini demi mengurangi beban RS (rumah sakit), bahwa yang tanpa gejala klinis signifikan cukup isolasi terpusat," kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Sabtu, 26 Juni 2021.

Ia mengungkapkan Gedung Diklat ASN Banyuwangi sebenarnya telah berfungsi sebagai tempat isolasi terpusat bagi pasien OTG pada pertengahan 2020. Namun gedung itu dialihdungsikan sebagai tempat karantina Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tiba di Banyuwangi karena kasus covid-19 melandai. 

Kini, kasus covid-19 kembali naik. "Untuk menahan laju penyebarannya, kami akan mengimbau dengan sangat agar semua OTG yang bergejala ringan bersedia menjalani isolasi di tempat yang telah kami sediakan," ucap Ipuk.

Dengan isolasi terpusat, ia berharap bisa meminimilisasi penularan covid-19. Ibaratnya, kata Ipuk, ini memisahkan minyak dan air, memisahkan yang terpapar dengan yang sehat. 

"Saat ini banyak yang melakukan isolasi mandiri di rumah, namun kami menyadari bahwa kadang disiplin pasien kurang, atau mungkin juga kondisi rumah yang tidak memungkinkan, namun memaksa isolasi di rumah dan akhirnya menulari yang lain," papar Ipuk.

Baca: Kabupaten Kudus Targetkan Minimal 3 Ribu Vaksinasi Covid-19 per Hari

Di fasilitas isolasi terpusat, kesehatan juga lebih terpantau dengan baik karena ada tenaga kesehatan yang memantau. Fasilitas dan peralatan juga tersedia, seperti oximeter yang tak dimiliki semua warga yang menjalani isolasi mandiri di rumah. 

"Untuk itu, kami meminta semua OTG yang bergejala ringan untuk bersedia karantina di Gedung Diklat," imbau Ipuk. 







Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id