comscore

Tanggulangi PMK, Ganjar Pranowo Minta Warga Siaga

M Sholahadhin Azhar - 19 Mei 2022 17:30 WIB
Tanggulangi PMK, Ganjar Pranowo Minta Warga Siaga
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (Istimewa)
Semarang: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyikapi merebaknya kasus penyakit mulut dan kuku (PMK). Ganjar menerjunkan tim penyuluh mengecek, mendampingi, dan memberi bantuan obat-obatan pada peternak. 

“Sekarang semua kita minta siaga, tapi tidak perlu panik, karena ya alhamdulillah masih terkendali, tapi kita tidak boleh lengah,” kata Ganjar melalui keterangan tertulis, Kamis, 19 Mei 2022.
Hal tersebut disampaikan saat Ganjar meninjau kelompok Ternak Muda Mandiri di Kelurahan Kandri, Kec. Gunungpati, Kota Semarang. Berdasarkan data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Jawa Tengah, Ganjar mengatakan saat ini PMK terdeteksi di 13 daerahnya dengan total 48 ekor hewan ternak yang positif PMK. 

Baca: Cegah PMK Meluas, Ganjar Beri Bantuan ke Peternak

“Beberapa dokter sudah menyampaikan bahwa itu bisa diobati, dan ini (kami bawa) beberapa vitamin, antibiotik yang nanti disuntikkan ke mereka (hewan PMK). Kemudian ada juga yang spray untuk luka di kukunya,” kata Ganjar. 

Selain bantuan peralatan dan obat-obatan, kata Ganjar, pihaknya melalui Disnakkeswan juga terus memberikan pendampingan pada para peternak. Sebab menurutnya, para peternak saat ini sudah paham penanganan saat hewannya sakit. 

Pada pelaksanaannya tim pendampingan ini tidak hanya dari Disnakkeswan, tetapi juga didampingi tim Polda Jawa Tengah. 

“Tugas kami mendampingi surveilansnya jalan, dan kami akan ambil kebijakan bekerjasama dengan pusat riset, termasuk kemungkinan vaksinasi. Kalau nanti ada (vaksinnya) kita siapkan (untuk peternak),” jelas Ganjar. 

Ganjar mengapresiasi kepala daerah yang mau turun ke lapangan mengecek terkait PMK ini. Di sisi lain, Ganjar meyakini pasti ada potensi kerugian. Dia meminta masyarakat tetap tenang selama hewan ternaknya dalam penanganan dokter.

Guna mengurangi kerugian lebih lanjut, selain melakukan pengetatan masuknya hewan ternak dari luar, Pemprov Jawa Tengah juga melakukan kebijakan karantina bagi hewan yang terindikasi PMK. 

“Kalau kena ya pasti berat badannya turun dan kalau dijual tidak laku. Maka hitung-hitungan itu (nanti setelah sembuh). Selama mereka (ternak) menjadi pasien para dokter hewan, ya kita tidak (usah) hitung dulu lah. Kita obati dulu,” kata Ganjar.

(ADN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id