comscore

Masyarakat Diimbau Waspada Ancaman Lahar dari Gunung Merapi

Ahmad Mustaqim - 10 Maret 2022 21:55 WIB
Masyarakat Diimbau Waspada Ancaman Lahar dari Gunung Merapi
Penampakan material erupsi Gunung Merapi yang menutupi hulu Kali Gendol. Dokumentasi/ BPPTKG
Yogyakarta: Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mengimbau masyarakat yang berada di aliran sungai berhulu di puncak Gunung Merapi meningkatkan kewaspadaan. Kewaspadaan itu ditujukan pada ancaman lahar saat terjadi hujan.

"Seiring dengan musim hujan yang masih terjadi di DIY dan Jateng, maka BPPTKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di puncak Gunung Merapi," kata Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, dalam keterangan tertulis, Kamis, 10 Maret 2022.
Baca: Viral Wisatawan Nekat Foto di Tengah Jalan Kawasan Tugu Jogja

Hujan mengguyur di wilayah Yogyakarta memasuki malam hari. Cuaca di puncak Gunung Merapi teramati mendung dan hujan.

Selain itu, BPPTKG juga menunjukkan hasil pantauan kondisi sekitar Gunung Merapi usai awan panas meluncur belasan kali. Hasil pengambilan gambar dengan pesawat tanpa awak itu menunjukkan material erupsi menutupi di sepanjang sungai Gendol.

"Tanggal 9-10 Maret 2022, Gunung Merapi meluncurkan 17 kali awanpanas guguran (APG) ke arah Kali Gendol. Ujung luncuran APG teramati di sisi tenggara bungker Kaliadem. Berdasarkan pantauan foto udara menggunakan drone, jarak luncur APG kali ini mencapi 4,9 kilometer dari puncak," jelas Hanik.

Setelah itu, awan panas guguran masih terjadi. Luncuran awan panas terbaru terjadi pukul 19.25 WIB. Dalam rekaman seismogram, awan panas itu beramplitudo 70 mm dan durasi 229 detik. Estimasi jarak luncur 2,5 kilometer ke arah tenggara atau Kali Gendol.

Hanik menegaskan, usai rentetan APG tersebut, status Gunung Merapi masih berada di level III atau siaga. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas guguran pada Kali Woro sejauh 3 km dari puncak; Kali Gendol sejauh 5 km dari puncak; Kali Boyong sejauh 5 km dari puncak; Kali Bedog, Krasak, Bebeng sejauh 7 km dari puncak.

"Sedangkan lontaran material vulkanik jika terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak Merapi," ujarnya.

 

(DEN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id