comscore

Puluhan Peziarah Datangi Makam Buya Syafii di Kulon Progo

Ahmad Mustaqim - 28 Mei 2022 16:53 WIB
Puluhan Peziarah Datangi Makam Buya Syafii di Kulon Progo
Sejumlah peziaran saat berziarah di makam Buya Syafii Maarif. Medcom.id/Mustaqim
Kulon Progo: Makam Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafii di Taman Pemakaman Husnul Khotimah, Dusun Dukuh, Desa Donomulyo, Kecamatan Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) disinggahi banyak peziarah. Pengurus makam setempat menyebut kedatangan peziarah itu ada sejak almarhum selesai dikebumikan Jumat sore, 27 Mei 2022.

"Setelah penguburan sampai malam sekitar jam 9-an (21.00 WIB) banyak yang ziarah datang," ucap salah satu pengurus makam, Arifin, Sabtu, 28 Mei 2022.
Ia mengatakan sudah ada sejumlah pejabat yang berziarah hari ini. Salah satunya anggota DPR Hidayat Nur Wahid yang mengonfirmasi berziarah sore ini pukul 17.00 WIB.

Menurut Arifin, puluhan peziarah sudah silih berganti datang di pemakaman Taman Husnul Khotimah. Peziarah berasal dari berbagai daerah.

"Mobilnya pelat B (Jakarta) yang banyak. Tadi juga ada yang dari Padang. Kalau yang dari (area Jogja) tak terhitung," ungkapnya.

Baca: Semangat Nilai-Nilai Perdamaian Buya Syafii Perlu Diteruskan Cendekiawan Muslim Lainnya

Salah seorang peziarah, Abdul Muid Nawawi, datang langsung dari Jakarta. Ia mengaku sengaja meluangkan waktu untuk mendoakan Buya Syafii di dekat pusaranya.

"Saya (sebetulnya) tidak tahun (kemarin) Buya (Syafii) wafat, tetapi mengikuti berita tentang Buya sejak beliau beberapa kali terakhir masuk rumah sakit," ujarnya.

Abdul Muid mengakui menjadi salah satu anggota Muhammadiyah. Ia mengatakan sejumlah temannya sesama kader Muhammadiyah sempat membesuk Buya Syafii saat masih dirawat di RS PKU Muhammadiyah Gamping.

Ia menambahkan, dirinya mengenal Buya Syafii sejak menjadi bagian Ikatan Muda Muhammadiyah. Saat itu, Buya Syafii menjabat Ketua PP Muhammadiyah. Ia mengatakan Buya Syafii menaruh perhatian terhadap perkembangan kader muda Muhammadiyah.

"Beliau saat itu konsen (mengurusi) progresivitas anak-anak muda Muhammadiyah karena saat itu ada stagnasi dalam perkembangan pemikiran maupun aktivitas. Beliau bikin sebuah program yang sampai sekarang masih berjalan yaitu membuat jaringan intelektual muda Muhammadiyah," kata dia.

(WHS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id