Rapid Test Drive Thru, 14 Orang di Tangerang Reaktif Covid-19

    Hendrik Simorangkir - 11 Mei 2020 18:18 WIB
    <i>Rapid Test Drive Thru</i>, 14 Orang di Tangerang Reaktif Covid-19
    Ilustrasi: Medcom.id
    Tangerang: Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten menemukan 14 orang reaktif covid-19 (korona) setelah menggelar rapid test drive thru selama empat hari di wilayah Kabupaten Tangerang. Seluruh reaktif tersebut selanjutnya akan dites swab PCR dan diminta isolasi mandiri 14 hari.

    "Sebagaimana protokoler kesehatan, bagi orang yang hasil rapid test-nya reaktif, diharuskan isolasi mandiri. Total pengemudi yang sudah melaksanakan rapid test drive thru jumlahnya 2.100 orang," ujar Kepala Dinkes Provinsi Banten Ati Pramudji Astuti, Senin, 11 Mei 2020. 

    Ati menjelaskan rapid test drive thru itu sendiri akan dilaksanakan di wilayah Tangerang Raya. Saat ini, lanjutnya, baru satu wilayah yang menggelarnya yakni di kawasan Summarecon, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Sementara, pada 11-13 Mei 2020, dilaksanakan di Graha Raya Bintaro, Kota Tangeran Selatan (Tangsel).

    "Untuk sementara rapid test baru digelar di Kabupaten Tangerang. Hari ini Tangsel telah dimulai rapid test-nya dan Kota Tangerang menyusul setelahnya," ungkapnya.

    Sementara, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, mengatakan bagi masyarakat Kota Tangsel yang akan mengikuti rapid test drive thru, diharapkan terlebih dahulu mengisi formulir yang sudah dipersiapkan melalui situs https://bit.Iy//bantenRAPID12. Pendaftar bisa memilih tanggal yang telah ditentukan. 

    "Rapid test dilaksanakan mulai pukul 08.30-13.00 WIB. Bagi pengendara mobil, hanya diperkenankan dua orang, dan posisi duduk di sebelah kanan dengan tidak terlebih dahulu membuka jendela sebelum dilakukan tes. Sedangkan bagi yang menggunakan motor, diwajibkan memakai masker dan menunggu arahan dari petugas," jelas Andika.

    Andika menambahkan bagi yang hasilnya reaktif akan mendapat pesan dari Dinkes Provinsi Banten dalam kurun waktu 24 jam. Sedangkan bagi yang tidak mendapat pesan, berarti hasilnya negatif atau nonreaktif.

    "Warga diharapkan tetap tenang dan mematuhi anjuran pemerintah dan protokoler kesehatan," katanya.



    (WHS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id