Gus Ipul: Mbah Moen Selalu Terdepan Menghormati Perbedaan

    ant - 07 Agustus 2019 12:32 WIB
    Gus Ipul: Mbah Moen Selalu Terdepan Menghormati Perbedaan
    KH. Maimoen Zubair atau dikenal Mbah Moen. Foto: Antara/Andreas Fitri Atmoko
    Surabaya: Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menilai Kiai Maimoen Zubair atau Mbah Moen merupakan sosok istimewa. Mbah Moen selalu menjadi yang terdepan dalam menghormati perbedaan.

    "Beliau sangat istimewa sebab selalu terdepan menghormati perbedaan," kata Gus Ipul, Selasa, 6 Agustus 2019. 

    Ulama kharismatik asal Rembang, Jawa Tengah, itu wafat di Makkah, Arab Saudi, pada pukul 04.17 waktu setempat. Pemimpin Pondok Pesantren Al Anwar Sarang, Rembang, itu merupakan tokoh senior di kalangan Nahdlatul Ulama (NU) yang posisi kehormatan sebagai Muhtasyar NU.

    Gus Ipul mengatakan, sebagian tokoh kerap berusaha mematikan perbedaan, namun Mbah Moen selalu konsisten merawat dan menghormati perbedaan.

    Baca: Mbah Moen Dimakamkan di Makkah

    Ia mencontohkan, ketika Gus Dur dan Gus Mus mendirikan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Mbah Moen konsisten di Partai Persatuan Pembangunan, namun tetap menjaga silaturahmi dengan keduanya. 

    Saat terjadi ketegangan di wilayah Jawa Tengah pada awal pendirian PKB, Gus Ipul melanjutkan, Mbah Moen mampu mendinginkannya.

    "Antara PKB dan PPP sempat panas, tapi Mbah Moen bisa menyejukkannya," kata Gus Ipul, Wakil Gubernur Jawa Timur periode 2009-2019.

    Gus Ipul, yang juga keponakan Gus Dur, mengatakan bahwa wafatnya Mbah Moen telah membawa duka mendalam bagi seluruh kalangan dan mengajak umat untuk mendoakan keselamatan ulama itu di akhirat.

    "Ada peribahasa Arab, Mautul 'Alim Mautul 'Alam, meninggalnya orang alim adalah seperti matinya alam. Kalau alam mati berarti alam dalam kegelapan," tuturnya.

    Baca: Pengaruh Mbah Moen Mengakar Kuat di Kalangan Ulama

    Gus Ipul, yang dalam berbagai kesempatan kerap bertemu dan mengunjungi Mbah Moen di Rembang, juga mengatakan bahwa tidak banyak ulama di negeri ini yang alim dan memiliki keilmuan luas seperti Mbah Moen.

    "Beliau ini alim, ber-akhlakkul karimah (berakhlak mulia), selalu istiqomah memintarkan ribuan santri dan sangat ahli silaturahim," katanya.



    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id